Pemulihan sekolah-sekolah yang hancur diterjang bencana di Aceh akhirnya mendapatkan angin segar. Langkah konkretnya? Penandatanganan perjanjian kerja sama untuk program revitalisasi. Tidak tanggung-tanggun, ada 114 sekolah yang terlibat dalam kesepakatan yang diteken pekan lalu di Banda Aceh itu.
Acara Kamis (29/1) lalu itu disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen. Ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan tanda dimulainya rekonstruksi pendidikan di daerah yang porak-poranda.
Dalam sambutannya, Tatang Muttaqin, sang Dirjen, menegaskan komitmen pemerintah. Fokusnya jelas: memulihkan hak belajar anak-anak secepat mungkin, dengan cara yang menyeluruh. Baginya, dokumen yang baru saja ditandatangani itu adalah awal dari kebahagiaan.
Ia berharap dana bisa segera cair dan dieksekusi. Targetnya ambisius tapi penting: di awal tahun ajaran baru nanti, anak-anak sudah bisa belajar dengan tenang di sekolah yang sudah diperbaiki.
Dari total 114 sekolah penerima bantuan, rinciannya adalah 99 SMK, 13 SLB, dan 2 PKBM. Kerusakannya beragam, mulai dari yang ringan sampai berat. Semuanya berada di bawah pembinaan Ditjen PKPLK.
Artikel Terkait
Atap Madrasah di Bogor Ambruk, Dua Ruang Kelas Luluh Lantak
Khamenei Ancam Perang Regional, Trump Cuma Anggap Biasa
Melawan Arus Jadi Sasaran Utama Operasi Keselamatan Jaya 2026
1.126 Personel Gabungan Turun, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Resmi Dimulai