Agus menambahkan detail yang memperjelas suasana saat itu.
"Pelaku memegang senjata tajam jenis parang sambil menanyakan barang narkotikanya yang hilang kepada ibu kandungnya sehingga menyebabkan korban merasa ketakutan dan terancam," bebernya.
Singkatnya, ini adalah kasus pilu dimana kecanduan bisa menghancurkan nalar dan mengikis sisi kemanusiaan. Sebuah parang diayunkan, bukan karena masalah besar, tapi demi barang haram yang hilang dan korban ketakutannya justru orang yang melahirkannya ke dunia.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka