Agus menambahkan detail yang memperjelas suasana saat itu.
"Pelaku memegang senjata tajam jenis parang sambil menanyakan barang narkotikanya yang hilang kepada ibu kandungnya sehingga menyebabkan korban merasa ketakutan dan terancam," bebernya.
Singkatnya, ini adalah kasus pilu dimana kecanduan bisa menghancurkan nalar dan mengikis sisi kemanusiaan. Sebuah parang diayunkan, bukan karena masalah besar, tapi demi barang haram yang hilang dan korban ketakutannya justru orang yang melahirkannya ke dunia.
Artikel Terkait
Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas
Kisah Penculikan Bocah Bekasi Berakhir di Atas Bus Bandung-Merak
DPR Apresiasi Langkah Cepat Danantara Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sumbar
BPKB Digital Resmi Hadir, Cek Data Kendaraan Cukup dari Ponsel