Koperasi Desa Merah Putih Dipercepat dengan Dukungan PT Agrinas dan TNI
Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, mengumumkan percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Kolaborasi strategis melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara dan unsur TNI untuk memacu realisasi program nasional ini.
Rapat Koordinasi Kementerian Pacu Pembangunan Kopdes
Percepatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Menteri Desa Yandri Susanto. Fokus rapat adalah optimalisasi pembangunan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.
Peran Bank Himbara dan PT Agrinas dalam Pendanaan
Ferry menjelaskan, kelompok bank BUMN (Himbara) akan berkoordinasi dengan PT Agrinas untuk pencairan platform pendanaan. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan investasi seperti gudang dan gerai koperasi desa.
Target Pembangunan 2.400 Kopdes dan Skema Pendanaan
Pemerintah menargetkan pembangunan 2.400 Koperasi Desa Merah Putih pada tahun ini dari total 5.000 lahan terverifikasi. Setiap Kopdes mendapatkan plafon pinjaman dari Himbara sebesar Rp 3 miliar yang dapat digunakan untuk modal investasi (capex) maupun biaya operasional (opex).
Pembangunan Fisik oleh Agrinas dan TNI
PT Agrinas, yang telah dikontrak pemerintah, akan memimpin pembangunan fisik Kopdes. Untuk mempercepat pelaksanaan, Agrinas dapat menggandeng kontraktor lokal dan melibatkan unsur TNI. Kementerian Koperasi akan fokus pada pendampingan bisnis dan penyusunan proposal.
Dukungan Penuh dari Pemerintah
Ferry menegaskan komitmen pemerintah tidak hanya pada pembangunan fisik. Pemerintah juga membuka akses permodalan dan menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi koperasi desa yang telah beroperasi. Kemenkop berencana berkolaborasi dengan Kementerian PUPR untuk supervisi teknis.
Dengan sinergi antar kementerian, BUMN, dan TNI, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan segera terealisasi, memperkuat ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, IMF Sebut sebagai Bright Spot
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Saham Nikel Tertekan, Pasar Cermati Rencana Pemerintah Terapkan Bea Keluar dan Windfall Tax
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik