Jakarta – Komitmen untuk membuka lapangan kerja di luar negeri yang lebih aman dan terlindungi kembali ditegaskan pemerintah. Kali ini, melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH yang membuka peluang bagi sekitar 4.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di Jerman.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyoroti pentingnya kolaborasi antar kementerian dalam mewujudkan hal ini. Menurutnya, kerja sama ini adalah buah nyata dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang digelar beberapa waktu lalu.
“Kolaborasi lintas kementerian lewat misi dagang ini membuktikan satu hal,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).
“Penempatan PMI bukan sekadar soal memindahkan tenaga kerja. Ini adalah bagian dari diplomasi ekonomi, upaya konkret memperkuat ekspor jasa profesi kita di panggung global.”
Di sisi lain, Mukhtarudin tak mau kompromi soal prosedur. Aspek pelindungan dan proses penempatan yang benar harus jadi prioritas utama. Setiap calon pekerja, tegasnya, wajib melalui penyiapan yang matang. Mulai dari verifikasi dokumen, peningkatan skill, hingga pemahaman menyeluruh tentang kontrak kerja dan sistem ketenagakerjaan di Jerman.
“Prosesnya harus profesional, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kuncinya ada di penyiapan calon pekerja. Mereka harus paham betul hak dan kewajibannya. Perlindungan itu harus ada dari awal, sejak sebelum berangkat, selama bekerja di sana, sampai pulang kembali,” tegasnya.
Artikel Terkait
Tim Hukum Yaqut Pertanyakan Keabsahan Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
Gubernur Jabar Siapkan Saluran Darurat untuk Warga di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Guardiola: Kualifikasi Liga Champions Lebih Pentin daripada Gelar Premier League
Anggota DPR Apresiasi Polda Riau Bongkar Sindikat Perburuan Gajah Sumatera