600 Tenaga Medis Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar Secara Bergilir

- Selasa, 16 Desember 2025 | 01:30 WIB
600 Tenaga Medis Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar Secara Bergilir

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan sebuah langkah konkret. Sebanyak 600 tenaga medis dokter umum, spesialis, dan perawat akan segera dikirim ke daerah-daerah yang porak-poranda akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Mereka akan diterjunkan ke rumah sakit dan puskesmas yang paling membutuhkan.

Yang menarik, pengiriman ini akan dilakukan secara bergilir. Setiap dua pekan, akan ada tim baru yang berangkat. "Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang," jelas Budi. "Sebanyak 450 di antaranya sudah siap diberangkatkan minggu ini."

Rencananya, Kemenkes akan berkoordinasi dengan TNI untuk urusan logistik dan transportasi. Bahkan, Menkes dengan nada sedikit bercanda menyebut kemungkinan menggunakan pesawat Hercules. "Kalau diangkutnya pakai Hercules juga bisa, biar mereka merasakan Hercules," katanya.

Soal dari mana saja para relawan ini berasal, jaringannya cukup luas. Rekrutmen dibuka melalui organisasi profesi dan sejumlah fakultas kedokteran ternama. Mulai dari UGM, FK UI, hingga perguruan tinggi di bawah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. "Kita buka secara luas. Kita punya database relawan," tutur Budi.

Menkes juga memberi penghargaan khusus. Ia menganalogikan tugas mereka seperti operasi militer bagi prajurit. "Jadi nanti dikasih penghargaan, seperti sudah ikut operasi kemanusiaan," tambahnya.

Di sisi lain, ada kabar baik mengenai fasilitas kesehatan. Seluruh rumah sakit di wilayah bencana Sumatera dikabarkan sudah bisa beroperasi kembali. Layanan pertama yang dipulihkan tentu saja IGD dan ruang operasi, sebelum pelan-palan kembali normal sepenuhnya.

Namun begitu, kabar duka masih terus berdatangan. Data terbaru dari BNPB menyebutkan, korban jiwa bertambah lagi.

"Untuk korban jiwa meninggal dunia ini bertambah 14 jiwa, dari 1.016 pada hari Minggu kemarin, saat ini menjadi 1.030 jiwa," jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam jumpa pers yang digelar Senin (15/12).

Angka itu sekaligus mengingatkan, di balik upaya pemulihan yang bergerak cepat, duka yang ditanggung masyarakat di tiga provinsi itu masih sangat dalam.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar