Pemilik gedung Terra Drone yang ludes dilalap si jago merah beberapa waktu lalu, ternyata sedang tidak berada di dalam negeri. Informasi ini disampaikan polisi yang kini tengah mendalami kasus kebakaran tragis itu. Mereka sudah memanggil sang pemilik untuk diperiksa pekan depan.
“Pemilik gedung kondisinya saat ini ada di luar negeri. Malah udah kami panggil untuk jadwalkan minggu depan, kita harapkan dia datang untuk menyegerakan penyidikan,”
kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, Minggu lalu.
Menurut dokumen resmi, bangunan itu seharusnya cuma dipakai untuk perkantoran biasa. Tapi kenyataannya lain. Roby menuding manajemen gedung telah melanggar aturan. Pasalnya, di dalam gedung ditemukan sejumlah barang yang mudah sekali terbakar, termasuk baterai lithium polymer atau LiPo yang diduga kuat jadi biang keladi kobaran api.
“Iya menurut kami adalah saat ini demikian, ya dibektikan dengan adanya barang-barang yang memiliki tingkat kerawanan tinggi yang disimpan dan akhirnya terjadi kebakaran seperti ini,”
tegasnya.
Kebakaran hebat itu sendiri mulai berkobar Selasa siang. Titik awalnya adalah sebuah ruang inventaris di lantai dasar, yang dipakai untuk menumpuk baterai drone jenis LiPo. Baterai-baterai yang sudah rusak itu ditumpuk begitu saja di ruang sempit. Diduga, salah satunya jatuh dan memercikkan api, yang kemudian dengan cepat membakar baterai lain yang masih laik pakai. Api pun merambat tak terkendali ke lantai-lantai di atasnya.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain
Politisi Mali Divonis Tiga Tahun Penjara di Pantai Gading Atas Tuduhan Hina Presiden
Kasus Hogi Minaya Ditutup, Kejari Sleman: Demi Kepentingan Hukum
Tiga TKA China Jadi Tersangka Pengeroyokan Pekerja Lokal di Tambang Kolaka