Delapan Belas Hari Berlalu, Nasib Pendeta Tersapu Banjir Bandang Masih Gelap

- Minggu, 14 Desember 2025 | 01:45 WIB
Delapan Belas Hari Berlalu, Nasib Pendeta Tersapu Banjir Bandang Masih Gelap

Sudah delapan belas hari berlalu, namun Lea Filanie masih belum ditemukan. Perempuan berusia 59 tahun itu, seorang pendeta di Desa Hutanabolon, Tapanuli Tengah, hilang tersapu banjir bandang yang melanda wilayahnya.

Menurut penuturan putrinya, Betty Trifena Ritonga, segalanya terjadi begitu cepat pada Selasa, 25 November lalu. Saat itu, Lea dan suaminya, Irawnner Muda Ritonga yang juga seorang pendeta baru saja menyantap sarapan di rumah dinas mereka. Rumah itu berdiri persis di samping Gereja GPdI Hutanabolon.

Tiba-tiba, suara keras mengguncang hening pagi itu.

"Di rumah, di GPdI Hutanabolon, saat itu bapak dan mamak sama-sama di rumah habis sarapan," kenang Betty.

"Didengar bapak ada kayu nabrak gereja."

Mendengar itu, sang ayah langsung berlari keluar. Ia berusaha memanggil istrinya yang sedang asyik video call dengan menantunya di dalam kamar. Tapi semuanya sudah terlambat. Arus air dan lumpur yang datang tiba-tiba itu terlalu dahsyat, menyapu bersih gereja dan rumah itu dalam sekejap.

Pencarian resmi sempat dilakukan. Tim SAR turun ke lokasi pada akhir November, tepatnya Sabtu dan Minggu. Namun, setelah itu, operasi pencarian mereka seperti berhenti. Betty dan keluarganya tak lagi mendapat bantuan dari pihak terkait.

Akibatnya, mereka mengambil jalan sendiri. Setiap hari, dengan segenap tenaga dan harapan yang tersisa, Betty menyusuri aliran sungai. Ia mengandalkan penglihatan dan penciumannya, berharap menemukan petunjuk sekecil apa pun.

"Tapi kami tiap hari ke sana nyari-nyari mamak, menyusuri sungai," ujarnya, suaranya penuh kepiluan.

"Mengandalkan mata dan hidung, manatau ada bau-bau bangkai gitu."

Hari demi hari berganti, namun sungai itu masih menyimpan rahasia. Hingga detik ini, nasib Lea Filanie masih menjadi misteri yang menyayat hati keluarganya di Hutanabolon.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar