Arus mudik Natal dan Tahun Baru terpantau lancar, tapi ada aturan ketat yang perlu diperhatikan pengemudi truk. Korlantas Polri secara resmi melarang kendaraan sumbu tiga alias truk tronton melintas di jalan tol sepanjang periode Nataru. Aturan ini bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil koordinasi panjang antar kementerian, merujuk pada Surat Keputusan Bersama yang telah disepakati.
Menurut Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, pantauan dari sore hingga malam menunjukkan arus mudik berjalan relatif mulus. "Secara umum telah terlewati dengan baik," ujarnya.
Dia menyebut, sekitar 201 ribu kendaraan telah keluar Jakarta menuju Sumatera dan Trans Jawa via tol. Angka itu mencapai hampir setengah dari total proyeksi arus keluar ibu kota.
"Dalam analisa dan evaluasi bersama, sesuai arahan Menteri Perhubungan dan hasil kesepakatan SKB, kendaraan sumbu tiga dilarang melintasi jalan tol," tegas Agus dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
Tak cuma di tol, pergerakan truk besar juga dibatasi di jalur arteri. Larangan berlaku setiap hari mulai pukul 17.00 sampai pagi hari. Agus pun mengimbau para pengusaha angkutan barang dan sopirnya untuk patuh. Ancaman tindakan tegas menanti bagi yang nekat melanggar.
"Kami akan melakukan tindakan tegas, termasuk penilangan," katanya.
Alasannya jelas: prioritas utama adalah keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat yang merayakan liburan. "Yang diprioritaskan adalah kegiatan kemanusiaan, keselamatan, serta kelancaran," tambahnya.
Di sisi lain, kabar baik datang dari data keselamatan. Operasi Nataru kali ini mencatat tren positif. Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas disebut turun signifikan, tepatnya 23,23 persen. Penurunan fatalitas ini tentu jadi angin segar.
Ini menjadi modal berharga bagi polisi untuk mempertahankan kinerja di sisa waktu operasi. Mereka sudah bersiap menghadapi puncak arus balik nanti. Strategi pengamanan telah disiapkan merata, mulai dari ruas tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, hingga pusat-pusat keramaian wisata.
"Strategi pengamanan arus balik sudah disiapkan agar perjalanan masyarakat tetap aman, tertib, dan lancar," pungkas Agus. Persiapan demi antisipasi kemacetan panjang dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Artikel Terkait
Wamenkeu Nilai Penyaluran UMi di Solo Masih Terlalu Kecil
Persebaya Hadapi Bhayangkara dengan Dua Pemain Andalan Terancam Absen
Bus Transjakarta Diduga Tewaskan Pejalan Kaki di Margasatwa Raya
Apindo Soroti Biaya Logistik dan Bunga Tinggi Hambat Daya Saing Usaha