166 Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Kunjungi Pabrik Semen dan RSJ untuk Belajar Kontekstual

- Jumat, 13 Februari 2026 | 02:45 WIB
166 Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Kunjungi Pabrik Semen dan RSJ untuk Belajar Kontekstual

MURIANETWORK.COM - Sebanyak 166 siswa kelas XI SMA Sukma Bangsa Pidie mengikuti kegiatan kunjungan industri dan sosial untuk melihat penerapan ilmu secara langsung. Mereka mengunjungi PT Solusi Bangun Andalas (SBA) untuk mempelajari proses industri semen dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk memahami isu kesehatan mental. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 ini dirancang sebagai pengalaman belajar kontekstual di luar ruang kelas.

Menyambungkan Teori dengan Realitas Lapangan

Kegiatan school visit ini sengaja dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik dan penerapannya di dunia nyata. Para siswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga diajak berkeliling melihat langsung dinamika operasional di kedua lokasi tersebut. Pendampingan dilakukan oleh sejumlah guru, termasuk Evi Juliyanti selaku Guru Kimia, yang menjelaskan alasan pemilihan lokasi.

“Kegiatan ini dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman langsung, baik dalam bidang industri maupun sosial-kesehatan. Mereka bisa melihat bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan di dunia nyata," jelas Evi.

Mengintip Dunia Industri di Pabrik Semen

Di PT Solusi Bangun Andalas, antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka mendapat penjelasan mendetail mulai dari proses produksi, manajemen operasional, hingga standar keselamatan kerja yang ketat. Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran nyata tentang profesionalisme dan kompleksitas dunia industri. Faraby Azwany, Head of Media PT SBA, menyambut baik interaksi ini.

“Kegiatan ini merupakan perwujudan misi perusahaan untuk memberikan nilai tambah terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus representasi dari pilar CSR kami, yaitu pilar sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keaktifan peserta sangat terasa. “Kami sangat senang menerima kunjungan dari SMA Sukma Bangsa Pidie. Seluruh peserta aktif dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dan kondusif," ungkap Faraby.

Pelajaran Empati di Rumah Sakit Jiwa

Bagian kedua kunjungan mengajak siswa ke ranah yang lebih humanis di RSJ. Di sini, fokus pembelajaran bergeser dari mesin dan proses teknis ke pemahaman tentang kondisi psikologis dan konflik sosial. Meski tidak dilakukan kunjungan langsung ke ruang pasien demi alasan etika dan privasi, sesi diskusi justru berlangsung intens. Para siswa mendapat pencerahan tentang pentingnya empati, kesehatan mental, dan cara menyikapi persoalan sosial dengan bijak.

Menurut Evi Juliyanti, pembatasan ini justru memberi ruang untuk pemahaman yang lebih mendalam. “Justru dari penjelasan para pemateri, siswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta menghargai hak dan martabat setiap individu,” tuturnya.

Membekali Siswa Melampaui Akademik

Bagi siswa seperti Syifa Kausarina Isma, pengalaman ini terasa sangat berharga. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan.

“Terima kasih kepada PT Solusi Bangun Andalas yang telah menerima kami. Semua materi yang disampaikan dapat kami serap dengan baik. Semoga ilmu ini bermanfaat untuk kami ke depannya,” ucap Syifa.

Pada akhirnya, kegiatan semacam ini bertujuan untuk membentuk perspektif yang lebih utuh. Harapannya, selain menambah wawasan keilmuan, pengalaman langsung di lapangan dapat menumbuhkan kepedulian sosial, kedewasaan berpikir, serta memberikan inspirasi konkret bagi para siswa dalam merancang masa depan mereka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar