Lapangan Desa Wonoasri di Tempurejo sore itu ramai. Bukan untuk pasar malam atau pertandingan bola, melainkan untuk Apel Shalawat Kebangsaan. Acara ini bagian dari program Bunga Desaku, di mana pemerintah kabupaten turun langsung ke pelosok.
Ratusan orang hadir. Dari ibu-ibu, bapak-bapak petani, sampai tokoh agama dan perangkat desa. Mereka berkumpul dengan satu tema: 'Membangun Jembatan Hati Melalui Shalawat Kebangsaan'. Suasana hangat, jauh dari kesan formal.
Di tengah kerumunan, Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait berbicara. Ia menegaskan, selawat yang dilantunkan bukan cuma ritual. "Ini perekat kita," katanya. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kepedulian sosial bisa tumbuh dari sini.
Gus Fawait lantas menyampaikan sejumlah program pemerintah. Ia ingin memastikan kebijakan tak cuma jadi wacana di kota, tapi benar-benar dirasakan warga desa.
"Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan bahwa program-program yang kami rancang tidak hanya terdengar di kota, tetapi benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat desa,"
tegasnya, Sabtu (13/12/2025).
Artikel Terkait
Tetangga di Cilacap Bunuh dan Perkosa Bocah 4,5 Tahun yang Hanya Ingin Main
Gencatan Senjata Gaza Terkoyak Lagi, 11 Jiwa Melayang di Tenda Pengungsian
Motif Penculikan Bocor: Pelaku Ingin Rujuk dengan Ibu Korban
Jalur Penyelamatan Truk di Panyalaian Segera Dibangun, Anggaran Pusat Sudah Disetujui