Ceritanya tak berhenti di situ. Baru saja acara makan siang itu usai, teleponnya berdering. Di seberang garis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menelepon. SBY-lah yang justru menawarinya posisi cawapres. Tanpa pikir panjang lagi, JK langsung bilang iya.
Namun begitu, beberapa tokoh kemudian mendatanginya. Mereka meminta agar ia membatalkan kesepakatan dengan SBY itu. Tapi JK ogah. Ia bahkan meminta kesepakatan dengan presiden keenam RI itu untuk dituangkan dalam bentuk tertulis. Komitmennya sudah bulat.
"Waduh saya sudah janji (sama SBY)," katanya sambil tersenyum.
Dari cerita singkat itu, kita bisa menangkap sebuah kesan. Dunia politik memang penwith kejutan. Siapa sangka, dari sebuah makan siang yang penwith teka-teki, justru berujung pada keputusan besar di tempat dan dengan orang yang tak terduga. JK pun seolah menggarisbawahi, bahwa kadang jalan yang kita kira akan dilalui, justru berbelok ke arah yang sama sekali berbeda.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Pintu BUMN untuk Direktur Asing, KPK Siapkan Pengawasan Ketat
Ramadan 2026 Diprediksi Masih Dibayangi Hujan, Kemarau Baru Datang April-Mei
Gempa Dangkal 3,0 SR Guncang Gayo Lues di Pagi Buta
Surat Terakhir Bocah SD di Ngada: Uang untuk Buku yang Tak Pernah Terbeli