PBNU Usai Rapat Pleno, Soroti Konsolidasi dan Tata Kelola Organisasi

- Rabu, 10 Desember 2025 | 14:20 WIB
PBNU Usai Rapat Pleno, Soroti Konsolidasi dan Tata Kelola Organisasi

Rapat pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, baru saja usai. Dari sana, muncul sejumlah rekomendasi penting. Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, yang tampil sebagai juru bicara, membeberkan poin-poin hasil pembahasan malam itu. Sorotan utama ditujukan kepada Penjabat Ketua Umum, Zulfa Mustofa, untuk segera membenahi tata kelola organisasi.

Nuh memulai penjelasannya dengan membahas isu yang lebih mendesak: bencana di Sumatera.

"Rekomendasinya, ada beberapa yang direkomendasikan tadi malam," ujar Nuh, Rabu (10/12/2025). "Yang pertama, kita mengajak semuanya, khususnya warga nahdliyin, untuk memberikan kepedulian yang luar biasa kepada saudara-saudara kita yang sedang kena musibah di Sumatera."

Mantan Mendikbud itu mengungkapkan, PBNU telah menggalang dana sekitar Rp 2 miliar untuk korban di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Namun begitu, agenda internal tak kalah penting. Pleno secara khusus meminta Zulfa Mustofa untuk segera melakukan konsolidasi.

"Hendaknya Penjabat Ketua Umum segera melakukan konsolidasi internal," tegasnya.

Konsolidasi itu, lanjut Nuh, harus menyeluruh. Dari lingkungan internal pengurus pusat, hingga ke pengurus wilayah, cabang, bahkan sampai ke cabang istimewa di luar negeri serta badan otonom dan lembaga. Tujuannya jelas: agar roda organisasi bisa berjalan lebih efektif.

Tak cuma itu. Pleno yang digelar pada Selasa (9/12) malam itu juga mendorong percepatan kinerja, terutama dalam mengeksekusi berbagai surat keputusan. Ada pesan kuat untuk meningkatkan kualitas tata kelola.

"Berikutnya lagi, yang tidak kalah penting," sambung Nuh, "nanti kita mohon betul Penjabat Ketua Umum untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi kita."

Dengan tata kelola yang baik, sumber daya yang dimiliki NU bisa dimanfaatkan secara optimal untuk melayani jam'iyah dan masyarakat luas.

Rekomendasi terakhir bersifat lebih fundamental: membangun tradisi keadaban.

"Dan yang terakhir, yang tidak kalah penting yaitu apa? Membangun dan mengembangkan tradisi-tradisi keadaban sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. Karena ini menjadi sangat penting," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga hadir dalam pleno yang menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum itu. Menag menegaskan sikap pemerintah yang tidak ingin ikut campur.

"Iya, jadi gini, NU itu selalu punya cara untuk menyelesaikan persoalannya sendiri," kata Nasaruddin di lokasi yang sama, Selasa (9/12).

"Saya ulangi ya, NU selalu punya cara untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Makanya itu, selaku pemerintah, kami tidak terlibat untuk mengurus urusan internal NU, apalagi PBNU."

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa jalan penyelesaian segala dinamika organisasi sepenuhnya ada di tangan warga nahdliyin sendiri.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar