Malam itu, di Grand Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, suasana tampak khidmat. Sekitar pukul delapan, acara dimulai dengan lantunan doa. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang digelar untuk membahas proses organisasi sesuai mandat dari Syuriyah.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir semua unsur kepengurusan hadir. Mulai dari jajaran Syuriah, Tanfidziyah, sampai para pimpinan lembaga dan badan otonom di bawah NU. Mereka berkumpul untuk agenda penting organisasi.
Di antara yang hadir, terlihat Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Kehadirannya cukup menyita perhatian, mengingat dia juga menjabat sebagai Sekjen PBNU. Tak hanya Gus Ipul, Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, juga tampak hadir.
Wajah-waha familiar lain pun hadir. Sebut saja Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), Mohammad Nuh, dan Muhammad Cholil Nafis. Di sisi lain, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga tak absen, didampingi oleh Wakil Rais Aam seperti Afifuddin Muhadjir dan Anwar Iskandar. Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa turut mengisi deretan kursi rapat.
Namun begitu, rapat pleno malam ini punya nuansa berbeda. Sebelum masuk ke pembahasan inti, acara diawali dengan doa bersama dan penggalangan dana. Tujuannya jelas: untuk korban banjir di Sumatera.
Menurut Moh Mukri, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, langkah ini adalah bentuk keprihatinan dan solidaritas organisasi. "Doa bersama dan donasi ini adalah upaya PBNU untuk turut mendoakan agar bencana di Sumatera segera tertangani," ujarnya.
Dia melanjutkan, harapannya santunan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.
Jadi, selain urusan internal organisasi, nuansa kepedulian sosial benar-benar terasa. Rapat pleno yang digelar malam itu seolah ingin menegaskan, kerja-kerja kebangsaan dan keumatan harus berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel
KPK Cermati Kesaksian di Sidang yang Seret Dirjen Bea Cukai
Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anjing di Penjaringan
Program 3 Juta Rumah Tembus 324.213 Unit hingga Juni 2026, Jalur Swadaya Paling Progresif