"Korban saat itu sementara duduk jongkok dan bermain HP," tutur Welli, menggambarkan awal mula penyiksaan. "Korban lalu diseret sambil dipukuli. Kemudian ditelanjangi dan diikat di tiang kanopi."
Hasil pemeriksaan medis pun mengungkap luka-luka yang diderita korban. Visum luar menunjukkan sederet memar dan bengkak di sekujur tubuhnya. Mulai dari pipi, telinga, belakang kepala, hingga lengan dan lutut. Korban juga dikabarkan merasakan sakit di seluruh badan.
Yang membuat hati miris, korban diketahui mengalami kesulitan berkomunikasi dan keterbelakangan mental. Fakta ini tentu saja memberi warna lain pada keseluruhan insiden, menggambarkan betapa rentannya posisi korban.
Kini, keempat pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakan brutal mereka. Polisi masih mendalami motif dan kronologi pasti dari peristiwa yang meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam ini.
Artikel Terkait
Kapten India Ditahan Prancis Atas Dugaan Kapal Bayangan Rusia
Prancis Tolak Intervensi Militer AS, Serukan Dukungan untuk Rakyat Iran
Empat Anak Diamankan Usai Lempar Batu Hancurkan Kaca Kereta Jayakarta Premium
Warga dengan Gangguan Jiwa Terseret Arus Irigasi di Tengah Pembagian Sembako