Tanggul-tanggul penahan air laut di Jakarta Utara kembali jadi sorotan. Kali ini, sejumlah titik dilaporkan bocor dan ditambal seadanya menggunakan karung pasir. Gubernur DKI, Pramono Anung, mengakui hal ini dan menyebut beberapa lokasi yang mendapat perhatian khususnya.
“Jadi ada beberapa yang tadi sudah saya sebutkan, saya ingin ulangi lagi. Di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Cilincing Marunda. Itulah yang kemarin mendapatkan atensi perhatian khusus,”
kata Pramono saat meninjau lokasi di Muara Baru, Senin lalu.
Namun begitu, metode karung pasir itu cuma solusi sementara. Pramono menegaskan, perbaikan permanen akan segera dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI. “Sedangkan untuk penambalan sebenarnya bukan seperti karung-karung itu tadi,” ujarnya. Intinya, karung-karung itu cuma penahan darurat, bukan solusi jangka panjang.
Di sisi lain, Kepala Dinas SDA Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan lebih detail. Menurutnya, karung pasir memang jadi langkah pertama yang diambil tim saat kebocoran terjadi. Itu prosedur standar untuk mencegah kerusakan meluas secepatnya.
Artikel Terkait
Beruang Kutub Makin Gemuk, 11 Penipu Dieksekusi, dan Pesawat Jatuh di Kolombia
Perawat India dan Dilema Jerman: Antara Kebutuhan dan Birokrasi yang Berbelit
Jaksel Terendam Lagi, Warga Rawajati Dievakuasi dari Genangan 1,5 Meter
Banten Tutup Keran Pemutihan Pajak Kendaraan, Beralih ke Hadiah untuk Warga Taat