Viralnya kasus pedagang es gabus yang dituduh pakai spons membawa konsekuensi tak terduga. Sang pedagang, Suderajat, malah dapat undangan khusus dari Kang Dedi Mulyadi untuk datang ke rumahnya.
Ditemani anaknya, Andi, serta perwakilan RW setempat, Suderajat (49) berangkat dari Kota Bandung pada Selasa malam lalu. Mereka diantar seorang sopir menuju kediaman mantan Gubernur Jawa Barat itu.
"Saya lagi di Bandung, di rumah pak Gubernur, KDM," kata Andi, dikutip dari sejumlah pemberitaan, Jumat (30/1).
Soal apa yang dibicarakan ayahnya dengan Dedi Mulyadi, Andi enggan berpanjang lebar. Tapi dia berseloroh tentang satu detail kecil.
"Ini saya sudah ketemu KDM, tapi mobil saya dibelakangnya. Cuma bapak saya yang pindah mobil bareng Dedi," imbuhnya.
Sebelum undangan ini, sebenarnya Suderajat sudah ramai didatangi banyak pihak. Mulai dari lurah, dinas sosial, sampai beberapa influencer. Semua itu berawal dari sebuah video yang beredar luas.
Dalam rekaman itu, dua aparat Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo menuduhnya menjual es gabus dari spons. Ternyata, tuduhan itu sama sekali tidak terbukti. Video itu justru memicu kemarahan publik.
Tekanan itu rupanya berdampak. Kedua aparat akhirnya mengaku salah dan meminta maaf lewat video permintaan maaf resmi dari Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa lalu.
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ujar Ikhwan.
Dia menambahkan, tindakan mereka waktu itu spontan, sekadar merespons laporan warga soal dugaan makanan berbahaya. "Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat," katanya.
Di sisi lain, pertemuan dengan Dedi Mulyadi memang benar terjadi. Dalam sebuah video yang diunggah di channel YouTube sang gubernur, Suderajat bercerita lebih jauh. Dia mengaku bukan cuma menghadapi tuduhan, tapi juga pernah diintimidasi dan dianiaya preman di sekitar Kemayoran.
"Saya ditonjok, dikeroyokin sekitar lima orang," kenangnya.
Dari tuduhan yang merusak nama baik, kini jalannya berbelok. Dari pinggir jalan di Kemayoran, dia diajak berbincang di kediaman seorang gubernur. Kehidupan memang kadang punya alur cerita yang sulit ditebak.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor