Taiwan Gelar Latihan Perang di Tengah Ketegangan dengan China

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Taiwan Gelar Latihan Perang di Tengah Ketegangan dengan China

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengawasi langsung latihan serangan pantai pada Sabtu (8/8) sebagai bagian dari latihan perang tahunan Han Kuang. Dalam latihan yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dengan China, Lai menyaksikan pengerahan drone tempur yang terbang rendah untuk mensimulasikan penangkisan serangan musuh.

Latihan Han Kuang yang dimulai Rabu lalu ini akan berlangsung selama sepuluh hari. Fokus utamanya adalah menguji kesiapan tempur Taiwan menghadapi potensi invasi dari China. Pemerintah China sendiri menganggap pulau yang diperintah secara demokratis ini sebagai bagian dari wilayahnya dan bertekad untuk menguasainya, bahkan dengan kekuatan militer jika diperlukan. Namun, Taiwan dengan tegas menolak klaim kedaulatan Beijing tersebut.

Dalam latihan militer pada Sabtu tersebut, Lai menaiki kapal rudal serang cepat di pangkalan angkatan laut di Kaohsiung, Taiwan selatan. Dari sana, ia menyampaikan pesan kepada para pelaut yang terlibat dalam latihan. Ia menegaskan bahwa tujuan latihan Han Kuang adalah untuk menguji koordinasi komando, respons tempur, dan kemampuan pertahanan tanah air dengan menggunakan pasukan, medan, dan peralatan yang sesungguhnya.

"Dalam menghadapi ancaman dan tantangan eksternal, pemerintah akan terus berupaya memperkuat kemampuan pertahanan dan memberikan dukungan terbesar kepada militer serta Penjaga Pantai," ujar Lai, tanpa menyebut China secara langsung. Ia juga berharap seluruh peserta latihan dapat merespons secara aktif, memperkuat koordinasi, dan saling pengertian agar mampu menghadapi berbagai situasi serta menjaga kedaulatan nasional dan keselamatan rakyat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags