Mentan Amran Turun ke Alor Pastikan Harga Beras Normal dan Stok Aman

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:24 WIB
Mentan Amran Turun ke Alor Pastikan Harga Beras Normal dan Stok Aman

Menteri Pertanian Amran Sulaiman merespons laporan mahasiswa soal mahalnya harga beras di Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan turun langsung ke lapangan. Ia memastikan harga beras di daerah tersebut sudah normal dan setara dengan harga di Jakarta.

Laporan itu awalnya disampaikan oleh Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro, saat bertemu Amran di Semarang pada Kamis (6/8). Amran kemudian menindaklanjuti dengan kunjungan ke Alor pada Sabtu (8/8).

“Beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13 ribu per kg, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” kata Amran di Alor, NTT, Sabtu (8/8).

Begitu menerima laporan, Amran mengaku langsung berkoordinasi dengan Bulog. Hasilnya, dua gudang Bulog di Alor kini terisi penuh untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Dengan ketersediaan tersebut, harga beras di Alor diharapkan dapat dijaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.500 per kg.

“Ini Pak Dirut langsung terbang. Aman beras. Stok tertinggi selama Republik ini berdiri adalah pada saat zaman Pak Prabowo. Sekarang aman. Nah, gudang kami minta dipenuhi. Jangan sampai nanti ada kekosongan stok. Dan masyarakat butuh beras dengan harga sama dengan di Jakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, Amran mengakui harga beras di Alor sempat melonjak hingga Rp 30.000 per kg. Ia pun meminta pimpinan wilayah (Pinwil) Bulog bertanggung jawab penuh atas kestabilan harga tersebut.

“Kemarin harga katanya sampai Rp 25.000, Rp 30.000, Rp 15.000. Kami cek, nah, sekarang ada beras. Sekarang di gudang stand by. Mana Pinwil Bulog? kamu bertanggung jawab penuh. Tidak boleh ada cerita harga Rp 25.000. Jangan sampai lagi harga seperti dia, Bulog operasi pasar,” kata Amran.

Selain memastikan harga, Amran juga menyalurkan bantuan pangan tahap II untuk periode Agustus, September, dan Oktober di Alor. Bantuan tersebut seberat 30 kg per penerima, terdiri dari paket 10 kg per bulan.

“Yang pertama, perintah Bapak Presiden itu langsung ada bantuan pangan, selesai. Itu gratis. (NTT) 1.000 ton lebih. Itu untuk seluruh Indonesia 33,4 juta,” ujarnya.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kuota beras untuk bantuan pangan di NTT mencapai 1.200 ton.

Sebelumnya, Adriano dalam kuliah umum di Undip, Semarang pada Kamis (6/8), menyampaikan kondisi masyarakat Alor yang masih menghadapi persoalan distribusi pangan. Ia bercerita bahwa harga beras di sejumlah wilayah dapat melonjak hingga Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags