Kementan Targetkan 10.000 Hektare Lahan di Alor untuk Komoditas Unggul

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Kementan Targetkan 10.000 Hektare Lahan di Alor untuk Komoditas Unggul

Kementerian Pertanian menargetkan pengentasan kemiskinan di Alor, Nusa Tenggara Timur, dapat didukung oleh pengembangan komoditas unggul seperti kakao, mente, dan kelapa. Untuk itu, kementerian akan memberikan bantuan bibit unggul kepada masyarakat setempat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, sedikitnya 10.000 hektare lahan di Alor akan ditanami komoditas unggulan tersebut. Dengan luas lahan itu, diharapkan dapat menjangkau ribuan keluarga dan secara signifikan menekan angka kemiskinan di daerah tersebut.

“Kami target di sini tanaman 10 ribu hektare. Minimal. Kalau 10 ribu satu hektare satu keluarga, berarti itu sama dengan 10 ribu keluarga. Benar enggak? Kalau anak istri ada 2 anak berarti 4 kan? 4 kali 10 ribu 40 ribu. Kemiskinan di Alor 38 ribu. Artinya kalau kita kerja sungguh-sungguh, kemiskinan ini kuntas dalam waktu 3 tahun,” kata Amran saat meninjau bibit unggulan kakao di Alor, NTT pada Sabtu (8/8).

Amran menilai ketiga komoditas tersebut memang cocok untuk kondisi tanah dan iklim di Alor. Selain itu, komoditas ini memiliki prospek jangka panjang yang menguntungkan bagi petani.

“Sini cocok kelapa, kemudian mente, kemudian kakao. Ini berkelanjutan, ini 40 tahun. 30-40 tahun. Artinya 30 tahun panin nanti sampai 40 tahun petaninya panen. Tapi kita tanam sekarang. Dan yang kita tanam adalah bibit unggul. Kita kali-kali sederhana saja,” ujarnya.

Berdasarkan diskusi dengan masyarakat dan Dinas Pertanian setempat, disepakati bahwa Kementan akan memberikan 500 bibit kakao, 1.000 bibit kelapa, dan 2.000 bibit mente. Selain itu, ada bantuan 10 pompa air sesuai permintaan warga. Jika masih kurang, Amran menjamin akan ada tambahan 10 pompa lagi.

Amran memastikan seluruh bantuan tersebut diberikan secara gratis karena biayanya ditanggung pemerintah. “Tapi sekali lagi, saya bangga dengan bibit yang kami kirim ini tumbuh dengan baik. Biaya bibit ditanggung pemerintah. Biaya tanam ditanggung pemerintah. Itu gratis semua dari program prioritas Bapak Presiden,” kata Amran.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags