Pemerintah menargetkan swasembada tiga komoditas pangan strategis dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Dari 11 komoditas yang menjadi sasaran swasembada, daging sapi, susu, dan kedelai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyatakan optimisme bahwa target tersebut dapat dicapai melalui penguatan produksi dan kolaborasi semua pihak. "Kita akan mendorong, mengejar. Dari 11 komoditas, masih ada tiga yang harus kita kejar, yaitu daging sapi, susu dan kedelai. Kami yakin kalau kita kolaborasi dan kompak, pasti ini bisa kita capai," ujarnya saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Upaya ini merupakan bagian dari pekerjaan besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Di tengah ketidakpastian global, seperti konflik geopolitik dan ancaman krisis pangan, Indonesia justru mampu menjaga ketersediaan pangan dan bahkan mulai mengekspor beras.
"Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain," kata Amran.
Selain pangan, sektor pertanian juga berkontribusi pada ketahanan energi melalui pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biofuel. Menurut Amran, penggunaan CPO untuk biofuel mengurangi impor solar hingga sekitar 5 juta ton.
Dari sisi tata kelola, Kementerian Pertanian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. "Dua hari yang lalu kita mendapatkan opini WTP dari BPK," ungkap Amran.
Amran menegaskan seluruh capaian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi kedaulatan bangsa. "Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran Kementan untuk mempertahankan semangat kerja dan kolaborasi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi dunia. "Indonesia negara besar, potensinya luar biasa. Bahkan diprediksi pada 2045 atau 2050 Indonesia menjadi kekuatan nomor lima dunia, bahkan bisa nomor tiga dunia. Ini yang harus kita rebut ke depan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kementan Raih Penghargaan Institusi Pemerintah Populer untuk Kedua Kalinya
Mensesneg Kabinet Bayangan Tantang Debat Terbuka Soal Data Swasembada Pangan
Kementan Targetkan 10.000 Hektare Lahan di Alor untuk Komoditas Unggul
Mentan Amran Turun ke Alor Pastikan Harga Beras Normal dan Stok Aman