Kepercayaan Itu Runtuh: Seruan Guru Besar Unair untuk Buka Ijazah Jokowi
Dulu, cerita Henri, keyakinannya hampir sempurna. “Saya percaya 99 persen foto wisuda itu benar-benar Pak Jokowi. Wajahnya sangat mirip dan meyakinkan,” ujarnya pada suatu Jumat akhir Januari lalu. Saat itu, hampir tak ada keraguan di benaknya.
Namun begitu, keyakinan itu tak bertahan selamanya. Perlahan-lahan, tapi pasti, fondasinya retak. Setelah mengamati dinamika politik yang berliku dan mendengar berbagai pernyataan yang menurutnya plin-plan, Henri merasa seperti dibangunkan dari mimpi.
“Setelah proses panjang, ketahuan tokoh kita ini sering dengan entengnya bicara berubah-ubah. Bicara tidak jujur tanpa beban. Ngomong inkonsisten tanpa malu. Berpolitik tanpa etika, tanpa rasa bersalah,” tegasnya.
Ia menggambarkan perasaan ini sebagai sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. Banyak akademisi, termasuk dirinya, yang awalnya menaruh harapan besar, kini merasa tertipu. “Kami seperti mimpi di siang bolong,” katanya. Hal-hal yang dulu dianggap mustahil, ternyata terjadi di depan mata. Dan itu mengubah segalanya.
Kekecewaan ini, menurut Henri, bukan cuma miliknya sendiri. Ia mengaku berbicara atas nama sejumlah koleganya para akademisi yang dulu berada di barisan pendukung, yang dulu memberikan harapan. Sekarang? Sikap mereka berbalik seratus delapan puluh derajat.
“Karena itu kami, dengan beberapa akademisi yang dulunya percaya dan berharap pada tokoh ini, kini berubah total. Sekarang kami pesimis, kritis, dan tidak mudah percaya pada hal-hal yang dianggap biasa,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kesepian di Atas JPO Kebon Manggis, Pria Ini Hanya Ingin Diperhatikan
Detektif Digital Ungkap Misteri Mercy Merah dan Penjarahan Terkoordinasi Agustus Lalu
Hendrajit: Argumen Kapolri Soal Polri Bawah Kementerian Dinilai Sihir Opini yang Ancam Otoritas Presiden
Kebakaran Rumah Mewah di Jagakarsa, Seorang Lansia Tewas Terjebak