Ledakan Tabung Gas di KM Citra Anugrah Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar

- Selasa, 17 Maret 2026 | 10:00 WIB
Ledakan Tabung Gas di KM Citra Anugrah Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar

Suasana di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Selayar, mendadak berubah kacau Senin (16/3/2026) pagi. Sebuah ledakan keras mengguncang Kapal Motor Citra Anugrah yang sedang bersandar, diikuti kobaran api yang dengan cepat melahap bagian kapal. Asap hitam pekat mengepul, memenuhi langit pelabuhan yang biasanya tenang.

Menurut Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, petugas yang turun ke lokasi langsung menemukan titik awal bencana.

Mereka mendapati sebuah tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram dalam kondisi terbelah. Temuan inilah yang mengarahkan penyelidikan.

"Dari pemeriksaan sementara, ledakan diduga kuat berasal dari tabung gas 12 kg yang kami temukan pecah itu," jelas Didid, seperti dikutip dari Antara.

Ledakan itu bukan akhir cerita. Ia justru menjadi pemicu utama kebakaran hebat yang kemudian terjadi di atas geladak kapal. Akibatnya sungguh tragis: dua awak kapal meregang nyawa karena luka-luka serius. Dua orang lainnya lebih beruntung, selamat meski harus terbaring dengan luka.

Sebelum insiden, KM Citra Anugrah sebenarnya sedang mempersiapkan misi rutin. Kapal itu sarat dengan muatan beragam yang rencananya akan dikirim ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu. Isinya? Bahan pokok, solar, pertalite, serta tumpukan tabung gas elpiji ukuran 3 dan 12 kilogram.

Semua barang itu adalah kiriman untuk warga Bonerate yang sedang bersiap menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Sayangnya, kapal tak pernah sampai berlayar.

Ledakan datang lebih dulu. Api membakar, dan sebagian muatan berhamburan tak karuan di sekitar dermaga, menghancurkan rencana pengiriman.

Di sisi lain, respon petugas terbilang cepat. Tim gabungan dari Polres Kepulauan Selayar dan instansi terkait langsung bergerak. Mereka tak hanya fokus memadamkan si jago merah yang berkobar, tapi juga mengevakuasi korban secepat mungkin. Area kejadian lantas diamankan dengan garis polisi, mengisolasi lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar