Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah

- Jumat, 30 Januari 2026 | 12:25 WIB
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah

Di sisi lain, banyak peristiwa yang menurut logika sulit dicerna, justru menjadi kenyataan. “Yang kami saksikan sebenarnya tak masuk akal, tapi ternyata nyata,” imbuhnya dengan nada getir. Situasi inilah yang memicu sikap kritis yang sekarang ia pegang teguh.

Lalu, bagaimana cara mengembalikan kepercayaan yang sudah pecah itu? Bagi Henri, jawabannya terletak pada transparansi. Terutama terkait polemik ijazah Presiden yang tak kunjung usai. Ia bersikeras, satu-satunya jalan keluar adalah membuka dokumen tersebut untuk dilihat publik.

“Kalau memang foto-foto dan ijazah itu betul, biarkan konsistensi terjadi. Buka saja ijazah Pak Jokowi di depan publik. Biarkan rakyat melihat dan para ahli independen mengujinya,” katanya.

Permintaan ini, klaimnya, bukan datang dari ruang hampa. Ini lahir dari pengalaman berulang merasa dibohongi. “Mohon maaf, karena sudah berkali-kali merasa dibohongi, saya dan banyak teman sudah tidak bisa mempercayai lagi tanpa bukti-bukti komplit yang diteliti secara ilmiah oleh lembaga independen,” jelasnya.

Sebagai penutup, Henri menyebutkan soal foto wisuda Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980. Foto yang dimaksud, katanya, bukan diambil pada wisuda November 1985 di Balairung.

“Alhamdulillah ternyata foto yg lbh jelas gambarnya masih dimiliki teman2 pak Jokowi Fakultas Kehutanan UGM angkatan Tahun 1980, yang wisuda bukan November 1985 di Balaiirung. Jelas ya yg di blkg no 3 dr kanan skrg jd presiden RI ke 7,” katanya.

Pernyataannya ini tentu saja menambah daftar panjang pertanyaan. Tapi satu hal yang jelas: suara kritis dari kampus semakin nyaring. Dan mereka meminta jawaban yang lebih dari sekadar kata-kata.

[Gambar terkait: Foto wisuda Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980]


Halaman:

Komentar