Djarum Foundation punya target ambisius untuk program rumah layak huninya. Mereka berencana membangun 500 unit rumah baru bagi masyarakat miskin pada tahun 2026 mendatang. Fokusnya masih di Jawa Tengah, dengan Kabupaten Kudus sebagai prioritas utama.
Menurut Budi Harto, Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) ini bukan hal baru. "Program ini sudah berjalan sejak era Presiden Jokowi dan akan terus berlanjut hingga 2029," jelasnya.
Budi menyampaikan hal itu di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Kamis lalu.
"Insyaallah di tahun 2026 ini, sebagai laporan kita ke Pak Menteri (PKP Maruarar Sirait), kita akan membangun rumah baru untuk masyarakat miskin di Jawa Tengah. Rencananya masih 500 rumah," ujar Budi.
Namun begitu, angka 500 rumah itu hanya sebagian kecil dari komitmen jangka panjang mereka. Dari pembahasan internal, tercatat komitmen Djarum Foundation untuk periode 2025-2029 mencapai 18.100 unit. Yang menarik, tak semuanya berupa bangunan baru.
Dari total angka tersebut, pembangunan rumah baru hanya sekitar 2.500 unit. Lalu, kemana sisa alokasinya?
Sebagian besar, tepatnya 13.600 unit, dialokasikan untuk meningkatkan kualitas rumah yang sudah ada. Sementara sekitar 2.000 unit lagi diprioritaskan untuk perbaikan rumah karyawan. Jadi, fokusnya lebih luas daripada sekadar mendirikan tembok baru.
Performa tahun lalu pun cukup menggembirakan. Di tahun 2025, realisasi program mereka justru melampaui target. Untuk rumah baru Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), target 350 unit berhasil dilewati dengan realisasi 356 unit.
Saat ini, program RSLH memang masih terpusat di Jawa Tengah. Tapi rupanya ada rencana perluasan.
"Jadi rumah yang akan kita bangun tadi sekitar 500 rumah, prioritasnya masih di Kudus. Kudus sendiri yang paling banyak," terang Budi. "Tapi kita juga tahun ini insyaallah akan masuk di Wonogiri, kemudian Temanggung, Salatiga, Kabupaten Semarang, Jepara, dan beberapa daerah lain."
Tentu saja, tidak semua rumah bisa langsung dapat bantuan. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Rumah tersebut harus berstatus hak milik dan diprioritaskan bagi keluarga produktif.
"Artinya masih punya anak-anaknya," tutur Budi, memberi penekanan.
Di sisi lain, program peningkatan kualitas rumah dan sanitasi juga menunjukkan hasil yang solid. Dari target sekitar 2.200 unit, realisasi hingga Desember 2025 mencapai 2.903 rumah. Untuk tahun depan, Djarum Foundation menargetkan perbaikan sanitasi di 2.600 rumah. Sementara untuk perbaikan rumah karyawan, angkanya justru dinaikkan menjadi sekitar 3.500 unit. Angka yang tidak kecil, dan menunjukkan bahwa program ini terus bergulir dengan ritmenya sendiri.
Artikel Terkait
Petinggi BCA Borong Saham Sendiri di Tengah Tekanan Jual
IMF Peringatkan Utang AS Capai 125% PDB, Butuh Penyesuaian Fiskal Terbesar
Cerebras Systems Ajukan IPO di Nasdaq Didukung Komitmen Besar OpenAI
Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah, Dihantam Permintaan Lesu dan Anjloknya Harga Minyak Dunia