Performa tahun lalu pun cukup menggembirakan. Di tahun 2025, realisasi program mereka justru melampaui target. Untuk rumah baru Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), target 350 unit berhasil dilewati dengan realisasi 356 unit.
Saat ini, program RSLH memang masih terpusat di Jawa Tengah. Tapi rupanya ada rencana perluasan.
"Jadi rumah yang akan kita bangun tadi sekitar 500 rumah, prioritasnya masih di Kudus. Kudus sendiri yang paling banyak," terang Budi. "Tapi kita juga tahun ini insyaallah akan masuk di Wonogiri, kemudian Temanggung, Salatiga, Kabupaten Semarang, Jepara, dan beberapa daerah lain."
Tentu saja, tidak semua rumah bisa langsung dapat bantuan. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Rumah tersebut harus berstatus hak milik dan diprioritaskan bagi keluarga produktif.
"Artinya masih punya anak-anaknya," tutur Budi, memberi penekanan.
Di sisi lain, program peningkatan kualitas rumah dan sanitasi juga menunjukkan hasil yang solid. Dari target sekitar 2.200 unit, realisasi hingga Desember 2025 mencapai 2.903 rumah. Untuk tahun depan, Djarum Foundation menargetkan perbaikan sanitasi di 2.600 rumah. Sementara untuk perbaikan rumah karyawan, angkanya justru dinaikkan menjadi sekitar 3.500 unit. Angka yang tidak kecil, dan menunjukkan bahwa program ini terus bergulir dengan ritmenya sendiri.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare