Dia ingat betul, rumahnya di Kampung Dalam, Karang Baru, mulai kebanjiran pada Rabu petang, 26 November. Air datang perlahan, lalu tiba-tiba menjadi sangat ganas.
Wahyu bercerita, warga langsung berhamburan. Mereka memilih mengungsi ke Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA) yang dianggap lebih aman. Tapi siapa sangka, dalam hitungan menit saja, ketinggian air terus bertambah dengan kecepatan yang menakutkan. Perkampungan mereka pun tersapu bersih.
Kini, yang tersisa adalah lumpur, puing, dan kenangan akan rumah yang telah hilang. Perjuangan mereka belum berakhir.
Artikel Terkait
Dua Orang Terluka dalam Penembakan di Kampus Universitas Old Dominion
Usaha Rumahan di Dabo Singkep Produksi 500 Kg Kue Kering Sambut Lebaran
KPK Sita Aset Rp 100 Miliar Lebih dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
KPK Ungkap Aliran Dana Fee Percepatan Haji Khusus ke Mantan Menag Yaqut