Suasana di tubuh Nahdlatul Ulama memang sedang hangat. Pasca keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dukungan untuk jajaran Syuriyah pun mulai bermunculan. Salah satu suara yang cukup diperhitungkan datang dari Mustasyar PBNU, Tuan Guru Haji Muhammad Turmudzi Badaruddin.
Lewat sebuah video resmi yang beredar, figur kharismatik ini secara tegas menyatakan posisinya. Video berdurasi sekitar dua menit itu cukup jelas menyampaikan pesannya.
"Kepada seluruh para alim ulama, habaib, pemuka agama, masyarakat Nahdliyin dan masyarakat Indonesia, saya atas nama H. M. Turmudzi Badaruddin mendukung putusan Rais 'Aam. Karena Rais 'Aam adalah yang tertinggi dalam organisasi,"
Begitu penegasan TGH Turmudzi dalam keterangannya, Minggu (7/12/2025).
Dia dengan gamblang mengingatkan bahwa dalam struktur NU, Syuriyah terutama Rais Aam memang menempati posisi puncak. Karena itulah, setiap keputusannya harus dihormati. Titik. Tidak hanya oleh pengurus harian, tapi oleh segenap jajaran PBNU.
Dukungan ini tentu punya bobot. TGH Turmudzi bukan cuma nama biasa; dia adalah panutan bagi banyak Nahdliyin. Pernyataannya ini, di tengah dinamika internal yang terjadi, jelas menguatkan langkah yang diambil Syuriyah.
Namun begitu, di akhir pesannya, dia juga mengajak semua pihak untuk tenang. Menjaga suasana, katanya, adalah hal yang penting. Semua harus mengikuti mekanisme organisasi yang sudah ada, sesuai nilai-nilai NU yang selama ini dijunjung.
"Agar proses transisi pergantian Ketua Umum PBNU berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah umat," tutupnya.
Ajakan untuk menjaga ketertiban itu seperti penyeimbang. Di satu sisi, dia mendukung keputusan pimpinan tertinggi. Di sisi lain, dia ingin semuanya berjalan lancar, tanpa gejolak yang merugikan.
Artikel Terkait
Pria Mengaku Ormas Mabuk Coba Paksa Pungli ke Pedagang Ayam Geprek di Depok, Kabur Saat Polisi Tiba
Trump Peringatkan Iran ‘Akan Merasakan Banyak Penderitaan’ Jika Gencatan Senjata Runtuh
Suzuki Ungkap 8 Tanda Mobil Bekas Pernah Kecelakaan Berat yang Wajib Dicermati Pembeli
Pramono: Tarif Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta Segera Diputuskan, Berpotensi Berbeda dari Rute Lain