Mukjizat di Balik Lumpur: Bayi Dua Bulan Bertahan dari Amukan Galodo

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 20:25 WIB
Mukjizat di Balik Lumpur: Bayi Dua Bulan Bertahan dari Amukan Galodo

Di tengah reruntuhan dan lumpur yang menyisakan duka di Palembayan, Agam, ada secercah haru yang tak terduga. Seorang bayi, baru dua bulan empat hari usianya, berhasil selamat dari amukan galodo yang menghancurkan segalanya. Namanya Fathan.

Menurut sejumlah saksi, kisah selamatnya bocah kecil ini sungguh ajaib. Setelah semalaman hilang diterjang arus deras yang menyapu rumahnya, Fathan ditemukan dalam keadaan tersangkut di pepohonan. Bukan oleh tim SAR dengan peralatan lengkap, melainkan oleh seorang warga biasa, Maulana Rafi (30), yang tak kenal lelah ikut mencari korban.

Bencana itu sendiri terjadi pada Kamis, 27 November 2025. Hujan lebat memicu banjir bandang yang mengamuk, meluluhlantakkan permukiman warga dalam sekejap. Malam itu, upaya pencarian langsung digelar. Namun, kegelapan yang pekat memaksa mereka berhenti.

“Karena sudah malam, sudah nggak kelihatan, jadi kami berhenti melakukan pencarian,” kenang Maulana saat ditemui.

Namun begitu, pencarian dilanjutkan keesokan paginya, Jumat (28/11). Harapan mungkin sudah menipis, tapi mereka tetap menyisir area.

Lalu, sesuatu yang mengharukan terjadi.

“Jadi yang pertama menemukan itu adik saya (bilang) ‘Bang, ada bayi’,” ujar Maulana menceritakan detik-detik penemuan.

Kondisi Saat Ditemukan

Maulana pun segera mendekat. Benar saja, dari balik lumpur, terlihat sesosok bayi mungil. Separuh badannya terkubur, tubuhnya tertutup lumpur pekat. Yang membuatnya terkesan, bayi itu sama sekali tidak menangis.

“Bayi itu nggak menangis (pas ditemukan), tapi dia kaget, cuma (bayi itu) nggak nangis, nggak ada suaranya. Bayi itu agak kaku sewaktu ditemukan,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi kaku dan diamnya Fathan justru menjadi tanda lain dari keajaiban. Bayi itu ditemukan dalam keadaan hidup. Selamat dari maut, setelah berjuang sendirian di tengah keganasan alam. Sebuah mukjizat kecil di antara kepiluan yang begitu besar.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar