Dalam pemberitahuannya ke Kongres, Departemen Luar Negeri AS punya alasan sendiri.
"Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Kanada yang kredibel untuk mencegah agresi di kawasan, memastikan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan memperkuat kemampuan Kanada untuk berkontribusi pada pertahanan benua bersama," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Sebelumnya, PM Carney sudah memberi sinyal. Agustus lalu, dia menyebut Kanada tahun ini akan memenuhi target belanja pertahanan NATO, yaitu dua persen dari PDB. Target yang sebenarnya baru direncanakan tercapai beberapa tahun mendatang ini, dipacu lebih cepat dari jadwal.
Artikel Terkait
Supertanker MT Arman 114 Dilelang Rp 1,1 Triliun Setelah Gagal Laku
LAM Riau Dukung Penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut
Longsor di Jalur Maja-Tigaraksa, Layanan KRL Green Line Terganggu