Di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan tanggapannya. Soal ajakan "tobat nasuha" dari Menko PM Cak Imin, Bahlil punya pandangan sendiri. Menurutnya, semua pihak, termasuk Cak Imin sendiri, sebaiknya juga melakukan evaluasi diri.
"Kalau pertobatan nasuha, Cak Imin juga pertobatan nasuha-lah, semuanya ya," ujar Bahlil, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Ia melanjutkan dengan nada santai, "Oke ya? Semua kita semua harus apa ya... ya evaluasi diri, ya."
Ajakan Cak Imin sebelumnya memang menyentuh beberapa nama, termasuk Bahlil, sebagai respons atas bencana banjir dan longsor di Sumatera. Namun, Bahlil tampak ingin menegaskan posisinya. Bagi dia, hanya ada satu sosok yang berwenang memberinya perintah.
"Kalau saya kan, presiden saya kan Pak Presiden Prabowo. Yang bisa di kabinet, yang bisa perintah saya Pak Presiden Prabowo," tegasnya.
Pernyataan itu ia ulangi untuk penekanan. Fokusnya sekarang adalah menjalankan tugas, khususnya perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menangani situasi darurat di lokasi bencana.
"Dan saya fokus untuk menjalankan urusan rakyat dan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden. Saya lagi urus-urusan di lokasi bencana," imbuh Bahlil.
Di sisi lain, ajakan Cak Imin itu sendiri disampaikan awal pekan di Bandung. Dalam sebuah workshop, Menko yang juga Ketum PKB itu menyurati tiga menteri termasuk Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan evaluasi total.
"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita," kata Cak Imin.
Ia lalu menyelipkan istilah yang akrab di kalangan Nahdliyin. "Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha."
Ucapan itu tak lepas dari kondisi pasca-bencana yang memilukan. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera memang dipicu siklon tropis, tapi kemunculan kayu gelondongan di sana menimbulkan tanda tanya besar. Soal pengelolaan hutan, misalnya.
Cak Imin bahkan menyebutnya dengan bahasa yang keras. "Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi, akibat kelalaian kita sendiri."
Di akhir pernyataannya, ia berharap, "Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, keluarga, dan kesabaran selalu menyertai kita semua. Amin ya rabbal alamin."
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Unsur Human Error di Balik Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang
KRL Jogja–Solo Berlaku Tarif Tetap Rp8.000, Berikut Jadwal Terbaru 30 April 2026
Hakim Perintahkan Korban Sipil Dihadirkan di Sidang Militer, YLBHI Nilai Proses Hukum Cacat
Kementerian Haji dan Umrah Imbau Jemaah Hafal Kode Warna Pintu Masjid Nabawi Demi Keselamatan dan Efisiensi