Tak main-main, otoritas Hong Kong sudah menahan 21 orang. Mereka berasal dari kontraktor utama, sub-kontraktor perancah dan alarm kebakaran, hingga konsultan teknis. Penahanan ini terkait dugaan kelalaian yang memicu tragedi.
Di tengah duka, proses pemulihan terus berjalan. KJRI Hong Kong sudah membentuk tim khusus untuk koordinasi dengan keluarga korban. Tim ini bertugas memastikan semua informasi dan pertanyaan dari keluarga bisa ditangani dengan baik, termasuk soal pemulangan jenazah.
“Terkait proses identifikasi jenazah korban kebakaran, sejumlah korban WNI telah berhasil diidentifikasi, sementara identifikasi korban lainnya kemungkinan memerlukan sampel DNA,”
Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan hal itu pada Minggu (30/11). Prosesnya mungkin masih panjang, butuh ketelitian dan kesabaran.
Sementara keluarga menanti kepastian, pencarian terhadap lima WNI yang masih hilang terus digenjot. Harapannya, mereka masih bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol dan Air Pasang Lumpuhkan 98 Perjalanan Kereta di Pekalongan
Museveni Kembali Berkuasa di Uganda, Oposisi Menolak Hasil Pemilu Penuh Kontroversi
Andre Rosiade Bagi 1.000 Sembako dan Jenguk Nenek Korban Tambang Ilegal di Pasaman
Genangan 50-60 Cm, Warga Kelapa Gading Terpaksa Mengungsi Naik Perahu