Teheran mengeluarkan peringatan keras. Negara-negara Eropa diminta untuk tidak ikut campur dalam konflik yang melibatkan Iran. Jika peringatan ini diabaikan, ancamannya jelas: Iran siap memperluas serangan balasannya, dan kali ini sasaran bisa merambah kota-kota di Eropa.
Peringatan resmi itu dikeluarkan pemerintah Iran pada Selasa (3/3) lalu. Suasana di Eropa sendiri sedang tegang. Banyak negara di sana tengah berupaya meningkatkan sistem pertahanan mereka, waswas konflik di Timur Tengah bakal merembet ke wilayah mereka.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ancaman terhadap keamanan Eropa dinilai sangat nyata. Tak heran, beberapa pemerintah Eropa sudah bersuara tentang kemungkinan mengambil "tindakan defensif", terutama menyikapi kemampuan rudal Iran yang makin mengkhawatirkan.
Insiden yang memicu ketegangan ini terjadi sehari sebelumnya, pada Senin (2/3). Drone tempur buatan Iran dilaporkan menarget pangkalan udara Inggris, Akrotiri, yang terletak di Siprus sebuah anggota Uni Eropa.
Menurut para pejabat setempat, drone itu diduga ditembakkan dari wilayah Lebanon. Pelakunya kemungkinan besar adalah kelompok militan Hizbullah.
Serangan itu langsung dapat respon cepat dari London. Inggris bergegas memperkuat pertahanan di pangkalan militernya di pulau Mediterania tersebut. Beberapa media Inggris bahkan memberitakan bahwa PM Keir Starmer sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal-kapal perang. Tujuannya, untuk mengantisipasi serangan lanjutan.
Di sisi lain, Prancis juga tak tinggal diam. Presiden Emmanuel Macron sudah memberi perintah: kapal induk Prancis harus segera bergerak mendekati kawasan Timur Tengah.
Macron menegaskan, Prancis akan meningkatkan postur pertahanannya di sana. Langkah ini, katanya, untuk melindungi warga negara dan aset-aset Prancis, sekaligus mendukung negara-negara sekutu di kawasan yang menjadi sasaran balasan Iran setelah serangan Israel dan AS.
Jadi, situasinya sekarang seperti ini. Iran sudah memasang ancang-ancang, sementara Eropa bersiap siaga. Titik panasnya bukan cuma di Timur Tengah lagi.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 42 Rumah dan Rusak Tiga Jembatan di Desa Ciomas, Bogor
BMKG Pastikan Gempa 7,4 SR di Jepang Tidak Picu Tsunami di Indonesia
Kemenhaj Tangani Rata-Rata 20 Laporan Kasus Haji dan Umrah per Hari
Kebakaran Pabrik Gemuk di Bekasi Padam Setelah Tiga Jam, Tak Ada Korban Jiwa