Pertemuan di Balai Kota itu membahas kesiapan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi antara minggu kedua Desember hingga awal Januari.
"Cuaca ekstrem ini akan terjadi diprediksi minggu kedua sampai awal Januari. Bahkan ada hari yang kemudian curah hujannya hampir mendekati 300. Padahal curah hujan 200 saja, Jakarta itu pasti sudah banjir," kata Pramono dengan nada serius.
Dia pun memberi instruksi langsung. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Ika, diminta memastikan semua pompa air siap beroperasi. Kerja sama dengan BPBD dan wali kota juga dipertegas.
"Maka, Bu Ika, tolong pompa semuanya dipersiapkan. Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk hal itu. Termasuk tentunya dengan para wali kota yang terkait. Karena juga diperkirakan pada bulan Desember ini kemungkinan air robnya naik," tuturnya.
Jadi, intinya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Dari BMKG hingga Pemprov DKI, semua sudah mulai bersiap. Tinggal kita yang harus mengikuti perkembangan informasi dan mengambil langkah antisipasi.
Artikel Terkait
Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Korban Pesawat Terhambat Cuaca Ekstrem
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin
Andre Rosiade Tegaskan: Penertiban Tambang Ilegal Bukan Hentikan Nafkah, Tujuannya Kembalikan Hak Warga
Gerakan Rakyat Resmi Deklarasi Partai, Usung Anies Baswedan