tambahnya. Lokasi itu kini sudah dinyatakan bersih setelah proses dekontaminasi.
Kini, perhatian utama beralih ke nasib 13,5 ton cengkih yang sudah berada di Indonesia. Hanif menegaskan, pemusnahan terhadap barang tercemar itu mutlak diperlukan. Rencananya, proses itu akan dijalankan tahun depan.
"Hari ini cengkih tersebut telah kembali ke Indonesia setelah diimpor dengan sejumlah 13,5 ton,"
katanya.
"Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan, bersisian dengan rencana anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup,"
imbuh Menteri Hanif, menutup penjelasannya. Jadi, meski sumber utama radiasi belum sepenuhnya terkuak, setidaknya satu lokasi sudah diamankan dan langkah penanganan limbahnya sudah ada di peta jalan.
Artikel Terkait
Davos Bergemuruh: Trump dan Dunia yang Retak di Panggung Elite Global
Kopi Subang Tembus Aljazair, Koperasi GLB Buktikan Daya Saing Global
Polisi Siaga Penuh di Titik Rawan Macet Pekanbaru Selama Libur Panjang
Delegasi AS ke Denmark: Kunjungan Damai Usai Polemik Pembelian Greenland