tambahnya. Lokasi itu kini sudah dinyatakan bersih setelah proses dekontaminasi.
Kini, perhatian utama beralih ke nasib 13,5 ton cengkih yang sudah berada di Indonesia. Hanif menegaskan, pemusnahan terhadap barang tercemar itu mutlak diperlukan. Rencananya, proses itu akan dijalankan tahun depan.
"Hari ini cengkih tersebut telah kembali ke Indonesia setelah diimpor dengan sejumlah 13,5 ton,"
katanya.
"Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan, bersisian dengan rencana anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup,"
imbuh Menteri Hanif, menutup penjelasannya. Jadi, meski sumber utama radiasi belum sepenuhnya terkuak, setidaknya satu lokasi sudah diamankan dan langkah penanganan limbahnya sudah ada di peta jalan.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Istana untuk Silaturahmi, Disambangi SBY dan Tokoh Bangsa
Idulfitri di Tengah Konflik: Khidmat di Mashhad, Larangan Salat di Al-Aqsa
Kapolres Serang Penuhi Janji, Bagikan Opor dan Rendang untuk Tahanan Saat Lebaran
Nahkoda 25 Tahun Abai Lebaran Demi Antar Pemudik ke Seberang