Tokyo Lumpuh: Ratusan Ribu Komuter Terjebak Akibat Padamnya Jalur Kereta Utama

- Jumat, 16 Januari 2026 | 23:40 WIB
Tokyo Lumpuh: Ratusan Ribu Komuter Terjebak Akibat Padamnya Jalur Kereta Utama

Ratusan ribu penumpang di Tokyo harus menghadapi kekacauan pagi itu. Gara-garanya, pemadaman listrik mendadak melumpuhkan jaringan kereta api ibukota Jepang. Dua jalur vital, Yamanote dan Keihin-Tohoku milik JR East, terpaksa berhenti total. Gangguan ini berlangsung cukup lama, nyaris sembilan jam sejak Jumat (16/1/2025) pagi.

Bayangkan saja, dua jalur yang melayani stasiun-stasiun tersibuk di dunia itu mendadak diam. Menurut operator, sekitar 673.000 orang terdampak langsung. Stasiun-stasiun yang biasanya jadi urat nadi pergerakan warga Tokyo mendadak penuh sesak oleh orang-orang yang bingung menunggu kepastian.

Lalu, apa penyebabnya? Menurut penjelasan JR East, masalah berawal dari pekerjaan pemeliharaan rutin semalaman di Stasiun Tamachi. Tapi, usai pekerjaan selesai, aliran listrik gagal pulih seperti seharusnya. Akibatnya, pagi harinya, kedua jalur itu tak mendapat pasokan listrik sama sekali.

“Terlihat asap keluar dari kotak peralatan di sisi rel dekat stasiun,” ucap seorang juru bicara JR East kepada Reuters.

Keadaan jadi makin rumit bagi penumpang yang sudah berada di dalam kereta. Banyak yang terpaksa dievakuasi. Ada pemandangan tidak biasa: para komuter turun dari rangkaian Kereta Keihin-Tohoku yang mogok di antara stasiun, lalu berjalan hati-hati di sepanjang rel ditemani petugas pemadam dan staf kereta.

Sementara itu, media sosial dibanjiri foto dan video yang menggambarkan kepadatan luar biasa di sejumlah stasiun. Jalur Yamanote, yang melintasi pusat-pusat kota seperti Shinjuku dengan 3,5 juta penumpang harian biasanya tak pernah sepi. Begitu pula Keihin-Tohoku yang menjadi penghubung Tokyo dan Yokohama. Pagi itu, keduanya benar-benar lumpuh, mengubah rutinitas jutaan orang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar