JAKARTA – Haus. Mungkin itu kata yang tepat menggambarkan kondisi Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri saat ini. Setelah merasakan manisnya gelar juara di China Open 2025 lalu, mereka seperti ingin segera kembali ke podium tertinggi itu. Padahal, saat menjuarai turnamen bergengsi itu, mereka baru dua kali turun sebagai pasangan anyar.
Fajar sebelumnya berduet dengan Muhammad Rian Ardianto, sementara Fikri menemani Daniel Marthin. Keputusan PBSI mempertemukan mereka ternyata membuahkan hasil yang cepat. Namun, di balik itu, ada rasa yang belum sepenuhnya terpuaskan.
Sejak kemenangan di China, mereka memang tampil konsisten. Tapi, konsistensi itu lebih banyak berujung di posisi runner-up. Sudah empat kali mereka menjadi juara kedua. Pencapaian yang bagus, tapi belum cukup bagi mereka.
"Kalau saya pribadi pasti ingin lebih konsisten ya. Semenjak dipasangkan dengan Fikri memang hasilnya banyak runner-up ya, juara cuma satu," ujar Fajar saat berbincang di Pelatnas PBSI, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Pria 30 tahun itu menambahkan, "Nah, kami ingin ada titel-titel berikutnya lah dari tahun ini. Selain konsisten, kami pasti ingin konsisten, tapi ingin juga juara."
Harapan serupa diungkapkan Fikri. "Untuk di tahun ini, semoga yang pasti harapan saya bisa tampil konsisten saja yang terbaik, tidak mudah kalah di babak-babak awal, dan pastinya pengen bisa juara lagi, dapat titel lagi," timpalnya.
Memang, perkembangan mereka terbilang pesat. Hanya dalam waktu enam bulan sejak dipasangkan, mereka sudah berhasil melenggang ke BWF World Tour Finals. Turnamen akhir tahun yang hanya diisi oleh pemain-pemain terbaik dunia.
Prestasi lain yang patut dicatat adalah keberhasilan mereka menembus peringkat empat dunia per 13 Januari 2026. Mereka mencapainya hanya dengan mengikuti 10 turnamen. Bagi Fikri, ini adalah pencapaian tertinggi dalam kariernya.
Sebelumnya, dia pernah berpasangan dengan Bagas Maulana dan Daniel Marthin. Namun, bersama MURIANETWORK.COM, performanya terlihat paling impresif meski baru mengoleksi satu gelar.
"Ya alhamdulillah pasangan dengan siapapun memang hasilnya belum bisa (banyak) juara, tapi tidak terlalu buruk juga untuk saya pribadi. Karena dengan Bagas, bisa (juara) All England, bisa tembus juga, dengan Daniel bisa tembus juga, cuma Daniel terhalang ada musibah," jelas Fikri.
Dia melanjutkan dengan nada optimis, "Sama A Fajar bisa tembus juga, dan melebihi dengan pasangan Bagas dan Daniel. Ya semoga itu bisa bikin saya lebih semangat lagi, lebih konsisten lagi untuk bisa juara karena baru sekali sama Ajay (Fajar). Ya semoga Ajay bisa menemani saya menjadi juara, bukan saya menemani Ajay jadi runner-up."
Kesempatan untuk memuaskan dahaga gelar itu akan segera mereka dapatkan. Indonesia Masters 2026 menjadi ajang terdekat. Peluang mereka terbuka lebar, terutama karena beberapa pasangan top dunia, seperti Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dikabarkan tidak akan turun di turnamen Super 500 ini. Momentum yang bagus untuk membuka puasa gelar.
Artikel Terkait
Cole Palmer Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor Kepindahan ke MU
Persija Incar Konsistensi Usai Pesta Gol, Hadapi PSBS dengan Skuat Tak Lengkap
Veda Ega Pratama Bidik Podium Moto3 Spanyol 2026 Usai Gagal Finis di AS
Hendra Setiawan Beralih Peran, Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026