Kemhan Lantik Noe Letto dan Putra Hotman Paris Jadi Tenaga Ahli Strategis

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:50 WIB
Kemhan Lantik Noe Letto dan Putra Hotman Paris Jadi Tenaga Ahli Strategis

Jakarta, Kamis lalu (15/1/2026), suasana di lingkungan Kementerian Pertahanan tampak berbeda. Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin langsung upacara pengambilan sumpah sejumlah tenaga ahli baru. Acara ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan langkah nyata untuk menguatkan pilar pemikiran strategis pertahanan nasional.

Di tengah tantangan global yang makin ruwet dan serba cepat, pemerintah merasa perlu merangkul pemikiran dari berbagai disiplin ilmu. Makanya, dua belas pakar dengan latar belakang beragam akhirnya dilantik berdasarkan keputusan resmi.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, selaku Kepala Biro Informasi Pertahanan, menerangkan maksud di balik pengangkatan ini. Menurutnya, para ahli ini akan mengisi pos-pos penting di tiga bidang utama: Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi.

“Mereka akan bertugas sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda,” jelas Rico, Jumat (16/1).
Ia menambahkan, langkah ini adalah upaya Kemhan untuk menyatukan keahlian akademis dengan praktis. Tujuannya satu: mendukung kinerja Dewan Pertahanan Nasional agar lebih solid dan tajam.

Nah, dari sekian nama yang dilantik, ada beberapa yang langsung menyita perhatian publik. Salah satunya adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh. Bagi yang tak asing dengan dunia musik Indonesia, dia adalah Noe, vokalis band Letto yang legendaris itu. Putra dari budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun ini tampil rapi dengan jas hitam, kemeja putih, dasi merah, dan kopiah.

Sabrang dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya, setara dengan pejabat eselon II. Namun begitu, dia bukan satu-satunya nama yang mencuri sorotan.

Frank Alexander Hutapea, S.H., juga ada dalam daftar Tenaga Ahli Madya. Dia adalah anak pertama pengacara ternama Hotman Paris Hutapea, yang juga mengikuti jejak sang ayah di dunia hukum. Bersama mereka, dilantik pula Dr. Ir. Jupriyanto.

Untuk tingkat yang lebih senior, enam orang ditetapkan sebagai Tenaga Ahli Utama. Mereka adalah Prof. Dr. Surachman Surjaatmadja, Dr. Ian Montratama, Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, S.H., M.H., Dr. Achmad Rully, dan Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D.

Di sisi lain, tiga nama lainnya mengisi posisi Tenaga Ahli Muda: Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc., serta Dr. Muhammad Zulkarnain Maddatuang, M.Si.

Pelantikan ini jelas memberi warna baru. Dengan memasukkan figur dari dunia seni, hukum, dan akademisi, pemerintah sepertinya ingin kebijakan pertahanan tak hanya dibahas dari sudut militer semata, tapi juga disinari oleh perspektif yang lebih luas dan segar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar