Frank Alexander Hutapea, S.H., juga ada dalam daftar Tenaga Ahli Madya. Dia adalah anak pertama pengacara ternama Hotman Paris Hutapea, yang juga mengikuti jejak sang ayah di dunia hukum. Bersama mereka, dilantik pula Dr. Ir. Jupriyanto.
Untuk tingkat yang lebih senior, enam orang ditetapkan sebagai Tenaga Ahli Utama. Mereka adalah Prof. Dr. Surachman Surjaatmadja, Dr. Ian Montratama, Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, S.H., M.H., Dr. Achmad Rully, dan Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D.
Di sisi lain, tiga nama lainnya mengisi posisi Tenaga Ahli Muda: Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc., serta Dr. Muhammad Zulkarnain Maddatuang, M.Si.
Pelantikan ini jelas memberi warna baru. Dengan memasukkan figur dari dunia seni, hukum, dan akademisi, pemerintah sepertinya ingin kebijakan pertahanan tak hanya dibahas dari sudut militer semata, tapi juga disinari oleh perspektif yang lebih luas dan segar.
Artikel Terkait
Suara Getar Kurnia Tri Royani: Dikhianati Rekan Seperjuangan Sendiri
Kasus Ijazah Jokowi Ditutup, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dapat SP3
Polemik Ijazah Jokowi Diprediksi Tak Kunjung Padam
Materai Rp100 di Ijazah Jokowi Disorot, Jubir PSI: Itu Hal Biasa