Hujan tak henti sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari akhirnya membanjiri Kendal. Tak tanggung-tanggung, 23 desa di tujuh kecamatan terendam air. Keadaan berubah begitu cepat, dari guyuran hujan biasa menjadi genangan yang merendam ribuan rumah.
Menurut data BPBD setempat, hampir 9.200 jiwa merasakan dampaknya. Sekitar empat ribu rumah terendam, dengan ketinggian air yang bervariasi. Mulai dari sepuluh sentimeter, cukup untuk merusak barang-barang di lantai dasar, hingga satu meter yang sudah bisa menyapu banyak hal.
Iwan Sulistyo, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kendal, menyebut Desa Kumpulrejo di Kecamatan Kaliwungu sebagai titik terparah.
“Di Desa Kumpulrejo, ketinggian air mencapai 1 meter,” ujar Iwan.
Namun begitu, penyebabnya tak melulu karena hujan lebat semata. Di Kecamatan Brangsong, misalnya, banjir terjadi lantaran tanggul Sungai Waridin jebol. Air dari sungai itu pun meluap tanpa bisa dibendung lagi.
Artikel Terkait
Dua Aktivis Pati Bebas Bersyarat Usai Divonis 6 Bulan Penjara
Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Takalar
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Pemerintah Pastikan Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Masih Aman