MURIANETWORK.COM, MAKASSAR Bursa transfer paruh musim sudah berjalan, tapi situasi di PSM Makassar terasa agak janggal. Alih-alih mendatangkan wajah-wajah baru, yang justru ramai adalah kabar kepergian pemain. Juku Eja sibuk merombak, tapi untuk urusan mendatangkan amunisi lokal yang siap pakai, agresivitasnya belum kelihatan.
Muhammad Arham Darmawan adalah nama terbaru yang pergi. Striker U-23 itu resmi dipinjamkan ke klub Liga 2, Persipal Palu, sampai akhir musim nanti.
Manajemen PSM beralasan, ini semua untuk kebaikan si pemain. Dengan menit bermain yang sangat minim di tim utama, potensi Arham dinilai bakal sulit berkembang kalau cuma jadi penghuni bangku cadangan.
“Untuk menambah jam terbang, Arham dipinjamkan pada putaran kedua liga musim ini. Good luck di perantauan, Arham,”
Memang, bersaing di lini depan PSM bukan perkara mudah. Arham harus berhadapan dengan striker mapan seperti Alex Tanque atau Jacques Medina Temopele. Abu Kamara juga ada di sana. Persaingan ketat itu membuat peluangnya nyaris nol.
Catatannya musim ini cuma satu penampilan: 62 menit melawan Persijap Jepara di Stadion BJ Habibie, Parepare. Selebihnya, pemain asal Palopo ini lebih akrab dengan kursi cadangan. Musim terbaiknya justru terjadi tahun lalu, 2024/2025, di mana ia tampil sepuluh kali. Sayangnya, dari semua kesempatan itu, belum ada satu gol atau assist pun yang tercipta.
Nah, kepergian Arham ini seolah melanjutkan tren yang agak mengkhawatirkan. Daftar pemain muda dan lokal yang dilepas PSM dalam beberapa musim terakhir semakin panjang. Di sisi lain, kedatangan pemain lokal berpengalaman? Nyaris tak terdengar gaungnya.
Situasi ini mulai bikin suporter bertanya-tanya. Persaingan di Super League makin sengit, tapi klub-klub rival justru terlihat lebih lincah dan pasti dalam mengamankan pemain berkualitas.
Lihat saja kasus bek sayap. Posisi ini sejak lama disebut sebagai kebutuhan paling mendesak PSM. Ketika manajemen masih sibuk menjajaki opsi, Persik Kediri sudah bertindak. Mereka dengan cepat mengamankan Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa dari Persib Bandung.
Kepastian itu diumumkan Persib pada Jumat lalu. Kedua pemain itu dipinjamkan ke Kediri hingga akhir musim.
Langkah Persik itu sekaligus menutup pintu bagi PSM, yang sebelumnya dikabarkan paling depan mengincar Rezaldi. Padahal, memperkuat sektor pertahanan, khususnya sayap, adalah pekerjaan rumah besar bagi pelatih Tomas Trucha. Performa lini belakang PSM di putaran pertama memang kerap tak konsisten.
Sebelumnya, pelatih Persib Bojan Hodak memang membuka peluang peminjaman.
“Kami menerima beberapa permintaan, tapi kita akan lihat nanti. Pertama, saya harus berbicara dengan mereka, baru setelah itu kita akan lihat,” ujar Bojan.
Soal Rezaldi, Bojan punya penilaian khusus. Bek kiri itu disebutnya punya kualitas yang sudah teruji di level tertinggi, meski sempat diterpa cedera cartilage.
Gagal dapat Rezaldi ini seperti jadi simbol masalah yang lebih besar. Saat klub lain bergerak cepat dan tepat, PSM justru terlihat ragu dan terlalu lama berhitung. Akhirnya, peluang pun lepas.
Bursa transfer paruh musim ini jelas menempatkan PSM di persimpangan. Apakah strategi mereka ini sebuah pilihan sadar, fokus mengolah internal? Atau justru pertanda menyerah dalam perburuan pemain lokal berkualitas?
Jawabannya akan terlihat di putaran kedua nanti. Tapi satu hal yang pasti: dalam kompetisi seketat Super League, keraguan dan kelambanan hampir selalu berujung pada ketertinggalan.
Artikel Terkait
AC Milan Kembali ke Jalur Kemenangan, Geser ke Posisi Dua Serie A
Persib Tekan Gas di Serang, Puncak Klasemen Super League 2025-2026 Dipertaruhkan
Persik Kediri Kalahkan Persita 1-0 Berkat Gol Jon Toral
Mauricio Souza Kritik Kreativitas Lini Depan Meski Persija Taklukkan PSBS Biak