Iran menyatakan kesiapannya untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat. Tapi, ada satu syarat utama yang mereka pegang teguh: negosiasi harus berjalan dengan kedudukan yang setara. Tidak ada yang di atas, tidak ada yang di bawah.
Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap harapan Presiden Donald Trump. Menariknya, harapan untuk berunding itu diungkapkan bersamaan dengan pengiriman armada militer AS dalam skala besar ke perairan dekat Iran. Sebuah langkah yang oleh banyak pengamat disebut sebagai tekanan militer.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyampaikan posisi negaranya. Dia berbicara dalam sebuah konferensi pers di Turki, Sabtu lalu.
"Jika negosiasi berjalan secara adil dan dengan kedudukan yang setara, maka Republik Islam Iran siap untuk berpartisipasi," ujarnya.
Dia juga kembali menepis tuduhan selama ini. "Iran tidak pernah berupaya untuk memperoleh senjata nuklir," tambahnya.
Artikel Terkait
Satu Awak Bus Positif Narkoba Usai Razia Tes Urine di Terminal Mandalika
PP PIRA Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Warga Jakarta Jelang Lebaran
Polisi Ungkap Motif Sakit Hati di Balik Pembunuhan Perempuan Muda dalam Boks di Medan
Gus Yasin Lepas Kereta Mudik Gratis dari Gambir ke Semarang