Iran menyatakan kesiapannya untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat. Tapi, ada satu syarat utama yang mereka pegang teguh: negosiasi harus berjalan dengan kedudukan yang setara. Tidak ada yang di atas, tidak ada yang di bawah.
Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap harapan Presiden Donald Trump. Menariknya, harapan untuk berunding itu diungkapkan bersamaan dengan pengiriman armada militer AS dalam skala besar ke perairan dekat Iran. Sebuah langkah yang oleh banyak pengamat disebut sebagai tekanan militer.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyampaikan posisi negaranya. Dia berbicara dalam sebuah konferensi pers di Turki, Sabtu lalu.
"Jika negosiasi berjalan secara adil dan dengan kedudukan yang setara, maka Republik Islam Iran siap untuk berpartisipasi," ujarnya.
Dia juga kembali menepis tuduhan selama ini. "Iran tidak pernah berupaya untuk memperoleh senjata nuklir," tambahnya.
Artikel Terkait
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark
Muzani: NU Telah Menjadi Tulang Punggung Bangsa Sebelum Indonesia Lahir
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif