"Kemarin ada yang protes, saya bilang saya harus adil bagi semuanya. Walaupun yang telepon saya Ketua Umum sahabat saya, saya bilang saya harus adil buat semuanya," ungkapnya.
Tak cuma omong doang, Pramono mengaku sudah turun tangan langsung. Ia pernah menghubungi Kepala Satpol PP Jakarta, Satriadi, untuk meminta penurunan bendera dan spanduk yang membandel di jalan raya.
"Termasuk spanduk-spanduk. Kemarin ada spanduk 'Bekerja dengan rakyat', wajahnya enggak pernah bekerja dengan rakyat tuh," selorohnya, menyindir sebuah spanduk yang ia lihat.
Kesabarannya benar-benar diuji oleh sebuah spanduk di jembatan penyeberangan. "Enggak diturun-turunin di jembatan penyeberangan, lama banget," keluhnya.
"Sampai saya telepon, 'Kenapa enggak diturunin? Ganggu banget tiap hari saya liatin'."
Nada suaranya terdengar seperti warga Jakarta kebanyakan yang sudah jengah dengan pemandangan tak sedap itu. Titik.
Artikel Terkait
Menlu Perintahkan Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Prosesnya Terkendala Penutupan Ruang Udara
Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Dukungan untuk Palestina Pasca Pertemuan dengan Mantan Presiden
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai
Prabowo Bahas Dampak Serangan AS-Israel ke Iran dalam Forum Tertutup dengan Mantan Kepala Negara