"Kemarin ada yang protes, saya bilang saya harus adil bagi semuanya. Walaupun yang telepon saya Ketua Umum sahabat saya, saya bilang saya harus adil buat semuanya," ungkapnya.
Tak cuma omong doang, Pramono mengaku sudah turun tangan langsung. Ia pernah menghubungi Kepala Satpol PP Jakarta, Satriadi, untuk meminta penurunan bendera dan spanduk yang membandel di jalan raya.
"Termasuk spanduk-spanduk. Kemarin ada spanduk 'Bekerja dengan rakyat', wajahnya enggak pernah bekerja dengan rakyat tuh," selorohnya, menyindir sebuah spanduk yang ia lihat.
Kesabarannya benar-benar diuji oleh sebuah spanduk di jembatan penyeberangan. "Enggak diturun-turunin di jembatan penyeberangan, lama banget," keluhnya.
"Sampai saya telepon, 'Kenapa enggak diturunin? Ganggu banget tiap hari saya liatin'."
Nada suaranya terdengar seperti warga Jakarta kebanyakan yang sudah jengah dengan pemandangan tak sedap itu. Titik.
Artikel Terkait
Davos Bergemuruh: Trump dan Dunia yang Retak di Panggung Elite Global
Kopi Subang Tembus Aljazair, Koperasi GLB Buktikan Daya Saing Global
Polisi Siaga Penuh di Titik Rawan Macet Pekanbaru Selama Libur Panjang
Delegasi AS ke Denmark: Kunjungan Damai Usai Polemik Pembelian Greenland