"Suami saya mengojek masyarakat (OAP) itu bawa parang," kenang Surip.
Rasa kehilangan itu semakin menjadi. "Saya sangat terpukul," katanya, suara mungkin tercekat. "Apalagi dua anak masih duduk di bangku SMP dan SD harus kehilangan sosok ayah."
Surip kemudian mengungkapkan detail lain yang membuatnya menyesal. Rupanya, sebelum kejadian, Bonesius sempat mampir sebentar ke rumah. Ia lalu berangkat lagi untuk mengantar penumpang yang sama menuju SP 7.
Sebagai seorang istri, nalurinya bertanya. "Lalu saya tanya dia, masyarakat itu sudah bayar kah," beber Surip.
Jawaban suaminya singkat. "Dia bilang belum." Itulah percakapan terakhir mereka.
Artikel Terkait
Seluruh Warga Desa Wunut Klaten Terima THR Rp250 Ribu per Orang dari Hasil BUMDes
Gubernur DKI Larang Pejabat Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
JK Desak Indonesia Ambil Sikap Tegas Dukung Iran dalam Konflik Internasional
Bank Nano Syariah Luncurkan Gerakan Generasi Syariah untuk Gaet Anak Muda