Barang bukti yang disita jumlahnya fantastis. Ada ratusan butir amunisi dengan berbagai kaliber, mulai dari 9 mm, 22 mm, sampai yang 45 mm. Tak cuma peluru, polisi juga menyita 17 magasin senjata api, tiga magasin untuk air soft gun, satu buku terkait senjata api, plus dua boks berisi spare part pistol. Semuanya diamankan.
Kombes Budi menegaskan sikap tegas institusinya.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mengedarkan amunisi atau senjata api tanpa izin. Penindakan akan kami lakukan secara tegas dan terukur," ujarnya dalam keterangan pers pada Selasa (2/12).
Dari kasus ini terlihat, jaringan peredaran barang terlarang ternyata beroperasi dengan modus yang cukup tersembunyi. Kontrakan biasa bisa berubah jadi gudang senjata. Namun begitu, upaya penegak hukum untuk membongkarnya terus berjalan.
Artikel Terkait
Salmon Serobot Arus, Simpang Lebak Bulus Jadi Ajang Taruhan Nyawa
Dua Pria Jadi Tersangka Usai Onani di Bus Transjakarta
Pegawai Karaoke di Parung Dipukul Pengunjung, Polisi Buru Pelaku
ELT Rusak, Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Maros Andalkan Cara Manual