Di sisi lain, proses pendataan untuk korban yang rumahnya hancur masih terus berjalan. Pemerintah berencana membangun hunian sementara atau huntara bagi mereka.
"Kalau saya ingat, sampai hari ini huntara belum dibangun. Nah, saat ini tim sedang mendata siapa saja yang rumahnya benar-benar roboh dan membutuhkan tempat tinggal sementara," jelasnya.
Sementara menunggu, banyak warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka tersebar di berbagai tempat ada yang di masjid, gedung pemerintah, atau tenda darurat.
"Ada yang di masjid, ada yang di gedung, ada di kantor pemerintah, dan ada juga yang masih di tenda," kata Tito menggambarkan kondisi saat ini. "Sebagian lainnya mulai membereskan rumah mereka yang tidak terlalu parah terendam lumpur."
Artikel Terkait
Neng Eem Ajak Warga Jeda dan Perkuat Ikatan Sosial di Ramadan
Banjir dan Longsor Landa Bogor, 15 Rumah Terendam
Rem Blong Truk Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di JORR
Wakil Ketua MPR Desak Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah, Angka Remaja Berisiko Capai 34,9%