Suasana di luar kediaman Presiden Isaac Herzog di Tel Aviv mendadak panas Minggu malam lalu. Ratusan warga Israel turun ke jalan, menyalurkan amarah mereka lewat unjuk rasa. Pemicunya? Permintaan pengampunan penuh yang baru saja diajukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada sang presiden.
Menariknya, Netanyahu meminta maaf tapi tak mengaku salah. Ia ingin dibebaskan dari semua tuntutan korupsi yang membelitnya, namun tanpa sepatah kata penyesalan. Langkah ini, seperti dilaporkan Al Jazeera dan TRT World, langsung memantik gelombang protes.
Di tengah kerumunan, terlihat tumpukan pisang yang disusun tinggi. Di atasnya, poster bertuliskan "Pengampunan". Itulah sindiran tajam mereka. Slogan "Pengampunan = Republik Pisang" bergema, menggambarkan betapa mereka menganggap permintaan Netanyahu itu akan mengubah Israel jadi negara lelucon.
“Dia meminta agar persidangannya dibatalkan sepenuhnya tanpa bertanggung jawab, tanpa membayar harga untuk bagaimana dia menghancurkan negara ini,” ujar Shikma Bressler, salah satu aktivis antipemerintah yang vokal.
“Rakyat Israel memahami apa yang dipertaruhkan, dan ini benar-benar menyangkut masa depan negara kita,” tambahnya.
Artikel Terkait
Kasus Wali Kota Madiun Naik Panggung, KPK Tetapkan Status Tersangka
Keluarga Siswa Laporkan Guru ke Polda Jambi Usai Upaya Damai Mentok
Rerie Soroti Data Miris: Orang Tua Jadi Pelaku Dominan Pelanggaran Hak Anak
Ponsel Kopilot Ditemukan, Suara Minta Tolong Tak Terdengar di Lereng Bulusarung