Layanan publik juga jadi perhatian serius. Unit-unit pelayanan di daerah, terutama yang rawan bencana, harus segera menyiapkan SOP darurat. Rencana kesinambungan layanan atau "continuity plan" harus diaktifkan. Masyarakat yang butuh layanan dasar nggak boleh sampai terlantar.
Begitu kondisi mulai membaik, ada perlakuan khusus yang akan diberlakukan. Misalnya, kemudahan untuk mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak. Atau layanan prioritas bagi warga yang butuh akses kesehatan, logistik, dan bantuan sosial lainnya.
Satu hal yang ditegaskan Rini: soal informasi. ASN diimbau untuk cermat dan bertanggung jawab. Pastikan informasi yang disebar akurat, jangan sampai malah bikin resah. Hindari menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Di akhir pernyataannya, Rini menyampaikan apresiasi yang mendalam.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASN, tenaga kesehatan, petugas layanan publik, BPBD, dan seluruh aparatur daerah yang saat ini telah dan terus bekerja siang maupun malam di lapangan. Mereka adalah garda depan yang memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan dan pertolongan. Kami berpesan untuk tetap berhati-hati dan bekerja dengan hati,"
tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga sudah menegaskan komitmen pemerintah. Negara akan hadir sepenuhnya. Seluruh elemen pemerintah bergerak untuk menyelamatkan nyawa dan mempercepat pemulihan di daerah-daerah yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff Wafat, Airlangga Kenang Sosok Pejuang Keras
390 Personel Polda Riau Diterjunkan ke Titik Terparah Bencana Agam
12 Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolasi, Bupati Minta Bantuan Udara
Korban Tewas Banjir Bandang Agam Capai 148 Jiwa, Proses Identifikasi Berlanjut