Banjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan ternyata meninggalkan jejak kehancuran yang cukup serius. Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, ada dua desa di wilayah itu yang benar-benar porak-poranda. Yang bikin ngeri, kayu gelondongan berukuran besar sampai masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.
Dalam jumpa pers soal bencana di Sumatera yang disiarkan secara daring, Suharyanto memberikan gambaran kondisi terbaru.
"Setelah dua tiga hari ini nggak hujan, warga sudah mulai beres-beres. Mereka membersihkan lumpur dari rumah," ujarnya.
"Yang rusak berat itu banyak di Tapanuli Selatan. Kerusakan tingkat sedang juga banyak, tapi untuk yang ringan hampir nggak ada."
Soal video viral banjir yang membawa kayu gelondongan, Suharyanto pun angkat bicara. Ternyata, peristiwa dramatis itu memang terjadi di Tapanuli Selatan.
"Ada dua desa yang... mungkin kalau dilihat dari video ada kayu-kayu gelondongan besar, ya itu lokasinya di Tapanuli Selatan. Makanya kayu sebesar itu bisa sampai masuk ke dalam rumah. Parah banget keadaannya," jelas dia.
Meski begitu, situasi secara keseluruhan di Tapanuli Selatan dikabarkan mulai membaik. Bantuan terus mengalir ke lokasi terdampak. "Hidup masyarakat di luar dua desa tadi sudah relatif pulih. Kebutuhan dasar, akses transportasi, dan komunikasi sudah nggak terlalu terganggu," tambahnya.
Data Korban: Aceh, Sumut, dan Sumbar
BNPB juga merilis perkembangan terbaru jumlah korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Angkanya cukup memilukan.
Untuk Sumatera Utara, korban jiwa mencapai 217 orang.
"Yang meninggal dunia 217 jiwa, sementara 209 lainnya masih dinyatakan hilang," kata Suharyanto.
Sementara di Aceh, total korban tewas sebanyak 96 orang dengan 75 orang masih dicari. Data ini tersebar di 11 kabupaten dan kota.
Wilayah Sumatera Barat mencatat 129 korban meninggal dan 118 hilang.
"Ada 16 orang yang luka-luka," ujarnya.
Menariknya, kondisi di Sumatera Barat disebutkan sudah lebih baik dibandingkan dengan Aceh dan Sumut. Pemulihan di sana tampaknya berjalan lebih cepat.
Artikel Terkait
Komisi XIII DPR Tolak Anggaran KemenHAM, Nilai Lebih Besar Pasak daripada Tiang
Pelajar di Jakarta Barat Dibacok Celurit saat Perjalanan ke Sekolah, Tujuh Orang Diamankan
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Pulih dari Level Terlemah
DPRD DKI Kawal Ketat Perluasan Jaringan Air Perpipaan demi Akses Air Bersih bagi Warga