Banjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan ternyata meninggalkan jejak kehancuran yang cukup serius. Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, ada dua desa di wilayah itu yang benar-benar porak-poranda. Yang bikin ngeri, kayu gelondongan berukuran besar sampai masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.
Dalam jumpa pers soal bencana di Sumatera yang disiarkan secara daring, Suharyanto memberikan gambaran kondisi terbaru.
"Setelah dua tiga hari ini nggak hujan, warga sudah mulai beres-beres. Mereka membersihkan lumpur dari rumah," ujarnya.
"Yang rusak berat itu banyak di Tapanuli Selatan. Kerusakan tingkat sedang juga banyak, tapi untuk yang ringan hampir nggak ada."
Soal video viral banjir yang membawa kayu gelondongan, Suharyanto pun angkat bicara. Ternyata, peristiwa dramatis itu memang terjadi di Tapanuli Selatan.
"Ada dua desa yang... mungkin kalau dilihat dari video ada kayu-kayu gelondongan besar, ya itu lokasinya di Tapanuli Selatan. Makanya kayu sebesar itu bisa sampai masuk ke dalam rumah. Parah banget keadaannya," jelas dia.
Meski begitu, situasi secara keseluruhan di Tapanuli Selatan dikabarkan mulai membaik. Bantuan terus mengalir ke lokasi terdampak. "Hidup masyarakat di luar dua desa tadi sudah relatif pulih. Kebutuhan dasar, akses transportasi, dan komunikasi sudah nggak terlalu terganggu," tambahnya.
Artikel Terkait
Cahaya Listrik Akhirnya Menyapa 108 Rumah Warga Desa Pejamben
Sumatera Terbelah: Jalan Nasional Masih Lumpuh, Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Akses Jantung Sumatera Terkoyak, Korban Tewas Tembus Ratusan Jiwa
Sultan Bachtiar: Film Maju, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak