Bocoran Analis: Saham Batu Bara Ini (AADI) Proyeksi Dividen 10% di Kuartal IV 2025!

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 07:50 WIB
Bocoran Analis: Saham Batu Bara Ini (AADI) Proyeksi Dividen 10% di Kuartal IV 2025!

Prospek Batu Bara Kuartal IV-2025 Tetap Positif, AADI Jadi Rekomendasi Analis

Prospek sektor batu bara Indonesia diprediksi masih optimis hingga akhir tahun 2025. Hal ini didorong oleh kenaikan berkelanjutan pada harga Indonesian Coal Index (ICI) yang didukung permintaan kuat dari China dan pasar domestik.

Rekomendasi Overweight dan Saham Pilihan Utama

Dalam laporan riset terbaru, Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor batu bara. Analis menunjuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebagai saham pilihan utama yang paling diminati.

Faktor Pendongkrak Harga Batu Bara

Harga ICI berhasil menguat sekitar 1% pada September 2025. Kenaikan ini ditopang oleh dua faktor kunci: penurunan produksi batu bara dalam negeri dan lonjakan permintaan dari China serta pasar regional Jawa-Kalimantan. Data menunjukkan produksi batu bara Indonesia turun 8% pada Juli 2025, sementara ekspor mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Proyeksi Kinerja Emiten Kuartal III-2025

Indo Premier memproyeksikan kinerja beragam di antara emiten batu bara untuk kuartal III-2025:

  • ITMG: Diproyeksikan mengalami peningkatan laba bersih.
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Laba bersih diperkirakan naik 24% secara kuartal, namun masih di bawah ekspektasi pasar.
  • United Tractors (UNTR): Laba diperkirakan turun 11% akibat penjualan alat berat yang melambat.

Alasan AADI Menjadi Saham Unggulan

Adaro (AADI) dipilih karena menawarkan valuasi yang menarik dengan beberapa keunggulan:

  • Rasio Price-to-Earnings (P/E) hanya 4,5x untuk tahun fiskal 2025.
  • Imbal hasil dividen sekitar 10%.
  • Program buyback saham senilai Rp 4 triliun.
  • Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1,2 GW di Kalimantan yang akan beroperasi Desember 2025 dan diperkirakan memberi kontribusi positif pada laba mulai 2026.

Peringatan dan Risiko Investasi

Meski prospek positif, investor perlu mewaspadai beberapa risiko potensial:

  • Pelemahan permintaan dari pasar utama seperti China dan India.
  • Kebijakan pemerintah mengenai pungutan ekspor yang lebih ketat.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar