Di tengah riuh rendah acara Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 di GOR Jatidiri, Semarang, sebuah penghargaan bergengsi diserahkan. Suasana saat itu terasa begitu semarak, penuh dengan harapan.
Membahas capaian, sektor pangan Jawa Tengah memang sedang dalam tren positif. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi padi Jateng di tahun 2025 bakal mencapai 11,36 juta ton GKP. Angka ini setara dengan sekitar 9,38 juta ton Gabah Kering Giling.
Yang cukup menggembirakan, jumlah itu menunjukkan kenaikan signifikan sekitar 493.684 ton dibandingkan realisasi tahun 2024. Tak heran, dengan capaian seperti ini, Jateng pun tercatat surplus padi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi tampak bersemangat. Menurutnya, hasil pertanian telah menjadi tulang punggung utama Jawa Tengah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Oleh karena itu, ia tak ragu mendorong para pengurus wilayah Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jateng yang baru saja dilantik. Kolaborasi dengan dinas-dinas terkait dinilainya sebagai kunci.
Apalagi, momen itu juga dimanfaatkan dengan baik melalui penandatanganan kerja sama. Kerja sama itu melibatkan DPW Tani Merdeka Indonesia dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD di Jateng.
Artikel Terkait
MenPAN-RB Serukan Solidaritas ASN untuk Korban Bencana, Aturan Kehadiran Dikurangi
Dua Desa Porak-Poranda Diterjang Kayu Gelondongan di Tapanuli Selatan
Bencana Sumut: 25.000 Jiwa Terdampak, Bupati Desak Bantuan Udara untuk Desa Terisolasi
Warga Sibolga Serbu Gudang Bulog, Bantuan Logistik Segera Dikirim